by GS | 08 Apr 2019
Dengan
corak yang beraneka ragam mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara, tenun ikat Indonesia
merupakan aset budaya yang mempunyai potensi menyamai kepopuleran England Wool,Indian Sharee, ataupun Cashmere
Wool.
Salah satu
momen yang menaikkan popularitas tenun ikat nusantara adalah kolaborasi brand
tas ternama TUMI dengan designer tenun ikat Indonesia Didiet Maulana untuk
membuat totebag dengan bahan tenun
ikat Indonesia yang dibagikan sebagai goodie
bag pada acara Grammy Awards 2016 lalu.
Seperti pembuatan tenun ikat, yang melambangkan keragaman Indonesia, begitu pula Executive Chef Christopher Smith bersama Executive Sous Chef Donald Hutauruk untuk menyajikan masakan Indonesia yang beragam dan populer di Indonesia yang disajikan dengan konsep fine dining tanpa mengurangi rasa otentik dari masakan Indonesia tersebut.
Amuse-Bouche
Pada menu European Cuisine, menu Amuse-Bouche merupakan chef selection. Di
Double ikat chef selection menyajikan
kerupuk beras dan rempeyek sebagai Amuse-Bouche
khas Indonesia. Kerupuk beras dan rempeyek disajikan bersamaan dalam satu
mangkuk, ditemani dengan sambal matah dan sambal terasi. Khusus untuk penyajian
sambal terasi, pelayan langsung membuatnya di meja Anda menggunakan ulekan dan
cobek.
Appetizer
Lamb Martabak
Dengan
menggunakan kulit lumpia sebagai kulit martabak, lamb leg yang sudah dicincang dicampur dengan bawang putih, bawang
Bombay, daun bawang, dan tepung kari untuk kemudian digoreng.
Sedangkan untuk saus menggunakan Tamarind dressing yang merupakan campuran dari gula merah, cuka, dan asam jawa sehingga mengeluarkan rasa asam yang berguna untuk membuka pori – pori lidah sebelum kita masuk ke main course.
Tahu Isi
Tahu menjadi
salah satu makanan yang telah ada lebih dari 2 millenium. Menu Tahu Isi di Double Ikat menggunakan bahan Tahu Putih,
yang memiliki tekstur yang padat dan memiliki pori – pori yang besar, namun Tahu
Putih mudah hancur. Agar Tahu Putih tidak hancur saat dicampur dengan bahan –
bahan lainnya, tahu putih digoreng terlebih dahulu agar lebih padat, kemudian baru
diisi dengan bihun putih, wortel, bawang, dan taoge.
Untuk sambal, menu Tahu Isi menggunakan campuran dari kacang tanah, kacang mede, gula merah, sedikit cabai dan kecap manis.
Kepiting Goreng
Daging Kepiting Soka jantan dipilih sebagai seafood appetizer karena memiliki kadar
lemak jenuh yang rendah, tinggi protein, serta sumber mineral dan vitamin.
Kepiting
Soka jantan yang hidup di air payau, menjadi salah satu menu seafood paling favorit di banyak
restoran bintang lima. Dengan ukuran kira – kira satu genggam tangan orang
dewasa, Kepiting Soka mempunyai kelebihan dibandingkan kepiting yang hidup di
air asin, karena cangkangnya yang lembut sehingga tidak menyulitkan untuk
memakannya.
Menu kepiting goreng, dimasak menggunakan menggunakan bumbu
campuran tepung terigu dan tepung beras. Sedangkan untuk saus, menggunakan ginger chili sauce.
Main course
Babi Guling
Awalnya Babi
guling dimasak untuk menjadi ‘syarat’ dalam upacara keagamaan Hindu di Bali,
namun berkembang menjadi salah satu Bali
authentique culinary dan dipuji mendiang Anthony Bourdain sebagai salah
satu makanan terbaik yang pernah dia cicip.
Di Double
Ikat, Babi Guling dimasak dengan metode slow
cooking selama 3 jam menggunakan peralatan yang modern dengan gaya panggang
rotisserie secara horizontal, namun
tetap menggunakan bumbu genep Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang
putih, kencur, jahe, lengkuas, kunyit, terasi, cabe rawit, dan lada hitam.
Selain daging Babi guling, disajikan juga kulit daging babi yang dioleskan air kelapa sebelum dimasak agar kulitnya terasa renyah atau crispy.
Udang Bakar Uluwatu
Selanjutnya
menu seafood untuk main course adalah Udang Bakar Uluwatu.
Dengan menggunakan jenis Tiger Prawn (di
Indonesia lebih dikenal sebagai Udang Windu)
. Sebelum udang dibakar, diolesi mentega, sambal kecap, sambal bajak, dan
jeruk limau.
Selama proses
memasaknya yang dengan cara dibakar, Tiger
Prawn disiram menggunakan minyak kelapa agar timbul aroma kelapa saat
disajikan. Setelah selesai dibakar, udang diberi sambal matah diatasnya.
Sesaat
setelah disajikan di meja tamu, Udang Bakar Uluwatu kembali disiram minyak
kelapa untuk memunculkan asap sebagai sensasi dalam penyajian.
Sebagai sidedish disajikan bersam 3 pilihan
sambal yaitu sambal kecap, sambal matah, dan sambal bajak.
Desserts
Es Teler
Es Teler
yang populer semenjak tahun 1980-an, merupakan salah satu dessert asli Indonesia yang mendunia. Double Ikat kembali membuat
gebrakan dengan membuat Es Teler dengan versi reconstructive.
Semua bahan – bahan yang disajikan dalam es teler tetap digunakan, hanya es serut saja yang tidak digunakan. Es Teler versi reconstructive terdiri tepung terigu yang dimasak dengan cara panfried dan kemudian dibentuk menyerupai jaring, keripik nangka, avocado mousse, lychee, jelly, dan coconut gelato.
Valrhona La Cuvée Sakanti Bali
Indonesia
boleh berbangga, karena brand gastronomic
chocolate Valrhona menggunakan
cokelat Bali sebagai salah satu jenis produknya dengan nama Valrhona La Cuvée Sakanti Bali 68%. Kini cokelat Bali ini sejajar dengan produk Valrhona lainnya seperti
Valrhona Guanaja 70 ?n Valrhona Manjari 64 %.
Valrhona La Cuvée Sakanti Bali 68% mempunyai rasa sedikit asam, dengan
fruits flavours, dengan rasa cokelat
yang intense, serta rasa pahit yang smooth.
Pada penyajiannya Valrhona La Cuvée Sakanti Bali disajikan bersama dengan tamarind sorbet, palm sugar meringue, nasturtium leaves, bonbon ganache yang dilapisi cashew nut, dan pisang mas yang dilapisi caramel.
Ketut’s Lemonade
Nama cocktail Ketut’s Lemonade terinpirasi dari banyaknya turis Australia yang
sedang liburan di Bali senang mendengar pengucapan nama Ketut yang terdengar
sangat unik bagi mereka.
Ketut’s Lemonade merupakan campuran dari Vodka, sweet sour lime juice,
sugar syrup,fresh kemangi, lime slice,
homemade blueberry jam, dan soda water. Penyajiannya menggunakan highball glass dan sebagai garnish diberi mint leaves dan lime slice.
Selamat
Makan
Double Ikat
Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa
Jl. Pantai Balangan I no 1, Ungasan, Bali 80361 Indonesia
P : 62.361.2003 588
www.renasissancebali.com
facebook.com/renaissancebali/
twitter.com/renhotel