Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

SEBASTIANsposa mempersembahkan La Belle 2026/2027, koleksi bridal dengan 22 looks yang memberi calon pengantin keleluasaan memilih siluet, detail, hingga styling yang paling terasa personal.

SEBASTIANsposa mempersembahkan La Belle 2026/2027, koleksi bridal dengan 22 looks yang memberi calon pengantin keleluasaan memilih siluet, detail, hingga styling yang paling terasa personal.

Gaun Pengantin SEBASTIANsposa La Belle: Refined Baddie Bride, Anggun dengan Attitude

by Novi Nadya | 16 Sep 2026

Guratan cahaya sore masih mengintip ketika para tamu undangan, dalam balutan palet putih dan crème, mulai memenuhi Riviera Ballroom di Arena Lakeside. Sebagian sibuk mengambil foto berlatar danau, catch-up, sementara sebagian lainnya mulai masuk ke glass house. Ada antisipasi kecil yang terasa sore itu, menunggu SEBASTIANsposa memperkenalkan koleksi bridal terbarunya, La Belle 2026/2027.

Di dalam venue, candlelight berpendar membelah runway. Suasananya romantis, tetapi tidak terlalu manis. Ada napas modern yang terasa kuat sejak awal, seolah bride yang akan berjalan di runway memang ditujukan untuk perempuan yang sudah tahu seperti apa dirinya ingin terlihat di hari bahagianya.

Karakter tersebut digambarkan oleh Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese, duo desainer sekaligus pasangan suami istri di balik jenama gaun pengantin ini. La Belle, yang berarti “the beautiful one”, memperlihatkan cara keduanya mendefinisikan calon pengantin masa kini: perempuan dengan karakter kuat, tahu apa yang ia inginkan, dan tidak ragu menentukan sendiri total look yang terasa paling dirinya. Sebut saja sosok baddie dalam budaya pop—perempuan percaya diri, mandiri, punya gaya dan tahu apa yang ia mau. Tidak mudah didikte, termasuk soal bagaimana ia ingin tampil di hari pernikahannya.




“Ini benar-benar merepresentasikan saya,” bisik seorang tamu di sebelah kami ketika sebuah gaun strapless berpotongan A-line melintas. Berbahan satin, gaun tersebut mencuri perhatian lewat drapery struktural yang dibentuk menyerupai kelopak bunga besar di bagian dada. Siluetnya klasik, tetapi permainan bentuknya memberi twist yang cukup untuk membuatnya terasa berbeda.


Dan ternyata, gaun klasik dengan twist masih punya banyak penggemar.




A-ha moment serupa muncul ketika sebuah look bergaya minimalist goddess mengambil alih runway. Bagian depannya mengingatkan pada cape dress dengan garis leher plunging, sementara bagian belakang memiliki selendang train yang menjuntai. Sisi kiri dan kanannya diberi panel lace transparan.

Kami pun melihat kemiripan dengan gaun pengantin putri Seba dan Cristina yang belum lama ini menikah. Rupanya, kemiripan tersebut memang bukan kebetulan. Seba mengonfirmasi bahwa look ini merupakan desain baru yang terinspirasi dari gaun pernikahan putri mereka, dengan eksplorasi lace di kedua sisi dan tanpa dominasi brokat seperti pada desain sebelumnya.

“Memang ada yang mirip. Bagian sampingnya terbuka, dengan sisipan lace transparan di dalamnya. Ini memberikan pilihan dalam berpakaian pengantin. Nggak harus selalu ortodoks, seperti potongan klasik yang lebar, pas di pinggang, atau kemben. Ada variasi,” ujar Seba kepada Le Mariage seusai show.


Transformasi SEBASTIANsposa dalam 22 Looks

Seba memastikan ke-22 looks dalam La Belle memiliki karakter masing-masing, sehingga calon pengantin dapat memilih mana yang paling sesuai dengan personalitasnya. Seperti seorang perempuan yang memasuki fase baru dalam hidupnya, ada transformasi yang ikut dibawa koleksi ini dalam cara SEBASTIANsposa melihat gaun pengantin masa kini.

“Ya, ini salah satu transformasi bagi kami. Baju memberikan satu karakter bagi pemakainya, termasuk hiasan rambut yang juga berbeda-beda. Semuanya memberikan pilihan. Calon pengantin sekarang pada dasarnya sudah tahu apa yang mereka inginkan secara detail,” lanjutnya.

Itulah yang ditawarkan dalam wide range of silhouettes koleksi gaun pengantin La Belle. Ada drop waist, A-line, siluet lurus, X (hourglass) hingga dome, dengan pengaruh romantisme Jazz Age era 1920-an yang masih terasa di sejumlah look.

Estetika Art Deco pun muncul lewat motif dan fabric yang dikembangkan dari sketch. Seba tetap membawa keyakinannya bahwa kemewahan layak terlihat, bahkan ketika generasi sekarang semakin menyukai sesuatu yang low-key. Craftsmanship menjadi bagian penting dari permainan tersebut, terlihat pada motif geometris bernuansa Art Deco hingga styling veil yang dibuat senada.




Di balik koleksi ini, ada kolaborasi panjang antara Seba dan Cristina. “Kami kolaborasi berdua, menyatukan ide. Saling mengisi aja. Ketika saya garap bentuk dan detail, Cristina kasih masukan,” ujar Seba, menggambarkan dinamika kreatif keduanya.

Koleksi ini dipersiapkan selama enam bulan. Tantangan terbesarnya termasuk mengembangkan fabric hingga material untuk bagian kepala.

“Persiapan enam bulan ini juga challenging, terutama membuat fabric-nya sampai material untuk bagian kepala. Kami terinspirasi dari generasi muda yang menginginkan pernikahan lebih intimate, jadi koleksi ini kami buat dengan kebutuhan itu dalam pikiran,” timpal Cristina.

La Belle juga mempertemukan tumpukan ruffles, embellishment, brokat, dan fringe. Salah satu look pembuka memainkan tumpukan ruffles dengan motif stripes dari embellishment, sementara look lainnya mempertemukan drapery tier dengan brokat polos dan detail train yang menjuntai ke belakang.

Lalu datang sebuah headpiece avant-garde yang dilapisi veil, membawa koleksi ini ke wilayah styling yang lebih berani. Salah satu look tampil dengan siluet drop-waist bervolume dan konstruksi korset satin, lengkap dengan hiasan kepala berstruktur tinggi serta lace mantilla yang menjuntai. Sebuah grand entrance untuk bride yang memang ingin tampil sedikit berbeda.




Overall, La Belle terasa quite different. The new SebastianSposa terasa lebih leluasa, lebih berani memberi pilihan, tetapi tetap membawa karakter dan craftsmanship yang sudah melekat pada namanya.

Daya tarik dalam 22 looks La Belle justru terletak pada banyaknya kemungkinan untuk memilih dan menemukan mana yang paling terasa personal. Klasik tetap ada, tetapi dengan twist yang membuatnya terasa lebih personal.