Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Seni Personalisasi Gaun Wedding Afterparty dari Tafsir ‘THE SIGN’ Sebastian Gunawan Signature 2025 | Le Mariage Indonesia
Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese dalam finale, THE SIGN by Sebastian Gunawan Signature di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan

Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese dalam finale, THE SIGN by Sebastian Gunawan Signature di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan

THE SIGN menampilkan 77 look yang filosofis

THE SIGN menampilkan 77 look yang filosofis

Didominasi koleksi palet warna gelap, Sebastian Gunawan Signature 2025 tetap memberi warna bright dalam koleksi THE SIGN

Didominasi koleksi palet warna gelap, Sebastian Gunawan Signature 2025 tetap memberi warna bright dalam koleksi THE SIGN

Seni Personalisasi Gaun Wedding Afterparty dari Tafsir ‘THE SIGN’ Sebastian Gunawan Signature 2025

by NN | 20 Aug 2025

Tren gaun pengantin kini diikuti dengan selektivitas yang semakin tajam oleh generasi masa kini. Mereka membawa perspektif baru tentang personalisasi—sebuah ekspresi diri yang autentik. Tak lagi terpaku pada gaya idola, mereka justru ingin tampil sebagai dirinya sendiri, dalam versi terbaik yang tak bisa disamai.

 

Gagasan inilah yang menjadi inti koleksi terbaru Sebastian Gunawan Signature—lini dari duo desainer penuh talenta, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese—yang dipresentasikan secara megah dalam fashion show bertajuk ‘THE SIGN’, di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Juli lalu.




 


Koleksi ini tidak hanya bicara soal tren, tetapi menyoal tanda—jejak personal yang bersifat esensial dan tak terulang: sidik jari, DNA, astrologi, bahkan posisi bulan dan matahari saat kelahiran. Ilmu bintang memang punya daya tarik tersendiri—terlebih saat diwujudkan dalam gaun yang mencerminkan peta semesta pribadi pemakainya.




 


Tanda-tanda itu mungkin tak kasat mata, tak terucap, namun sangat melekat dan justru paling mudah dikenali. THE SIGN mendefinisikan ulang siluet personal yang diterjemahkan ke dalam 77 busana filosofis.

 

Tanpa menyajikan simbol-simbol itu secara literal, Sebastian dan Cristina mengangkat ke ranah haute couture melalui teknik savoir-faire yang diperhalus dan terus berkembang.




 


“Inspirasi ini datang setahun lalu dari fingerprint. Menarik rasanya mengubah sidik jari menjadi pola payet—membawa DNA dan identitas yang menjadi fondasi konstruksi, serta berbagai permainan yang kami eksplorasi dalam koleksi THE SIGN ini,” ujar Sebastian kepada Le Mariage.

 


Afterparty: Momen Transformasi Gaya



 


Dalam konteks pernikahan yang semakin meninggalkan formula baku, transisi dari proses sakral ke momen afterparty menjadi pergeseran yang signifikan. Dari formalitas ke selebrasi, dari tradisi ke interpretasi.

 

Koleksi THE SIGN—dengan segala kedalaman visual dan filosofi yang dibawanya, hadir nyaris seperti respons intuitif terhadap pergeseran ini. Sebastian dan Cristina tidak hanya menciptakan pakaian, melainkan membangun narasi tentang siapa yang mengenakannya. Tentang keunikan, dan keinginan untuk dikenali melalui bahasa busana, terutama di hari yang sangat personal seperti pernikahan.




 

“Bisa banget,” ujar Sebastian saat ditanya apakah koleksi ini bisa menjadi pilihan wedding afterparty dress. Ia pun mencontohkan beberapa look: mini dress dengan gradasi biru menafsirkan sosok Aquarius, atau gaun dengan detail sisik ikan berwarna bronze dan kristal yang menjadi tafsir feminin untuk zodiak Pisces.

 

“Tetap dalam garis feminin di setiap rancangan kami, tapi dengan kebebasan bentuk yang lebih terbuka. Kami ingin memberikan pilihan itu,” lanjutnya.


 

Provide Look untuk Semua Karakter: Membaca Gaya Lewat Zodiak dan Imajinasi Personal


Dari DNA yang terbawa sejak lahir, setiap individu memiliki preferensi gaya yang unik. Karena itu, THE SIGN dirancang dengan jangkauan estetika yang tak terbatas—mengakomodasi gaya feminin klasik hingga androgini, dari siluet simple nan clean hingga pilihan yang extravaganza dan provocative.




 


Show dibuka dengan gaun midi yang transparan, ringan, dan playful. Aksen bulu serta lapisan feathered sheer menghadirkan atmosfer pesta, sementara visualitasi utama mulai terlihat: ilustrasi rasi bintang, struktur galaksi, hingga susunan rumit beads membentuk pola sidik jari atau palm lines.




 


Show ini diracang seperti open puzzle—penonton diajak membaca dan menafsirkan tiap lapis makna di balik desain. Sebuah maxi drees sifon berwarna krem, misalnya, diberi aksen tanduk Taurus di bagian pinggang. Potongannya menyerupai Basque waist—sebuah siluet klasik yang bisa menjadi next-level bridal look, terutama jika Anda lahir di bawah tanda Taurus. Pride included, of course.




 


Untuk zodiak Scorpio, ditampilkan gaun dengan structured neckline yang menyerupai cangkang, serta peplum sebagai ekor kalajengking, yang memberikan kesan tangguh tapi tetap anggun.


 



Leo hadir lewat look dengan bulu-bulu dramatis dan kristal intens—sebuah simbol spotlight dalam bentuk pakaian. 


Ada pula gaun dengan hoodie lembut—memunculkan asosiasi dengan perempuan pembaca tarot atay gypsy dreamers. Tudung kepala pun kini sering hadir dalam bridalwear modern, sebagai simbol spiritual dan dramatis sekaligus.






Salah satu yang mencuri perhatian adalah gaun dengan potongan bulan sabit—menguatkan benang merah lunar symbolism dalam koleksi ini. Aksesori berbentuk bulan rancangan Rinaldy Yunardi menyatu harmonis. Bahkan sejak memasuki venue, tamu sudah disambut langit gelap dengan pendar bulan dan bintang yang menghiasi dinding ballroom. Sebuah atmosfer kosmis yang terasa personal dan romantis.




 


Gaun penutup hadir sebagai karya teknik tinggi: 3D sculpted dress dari material plastik yang diberi coating, gradasi warna, dan lapisan tegas. Bukan hal baru bagi Sebastian Gunawan, namun kali ini ditampilkan semakin futuristik.





“Dunia fashion terus berkembang, dan kami sebagai desainer Indonesia juga bisa memberikan pilihan untuk para fashionista di sini, tanpa harus selalu berpatokan pada perancang luar,” tutup Sebastian.

 

Dan THE SIGN dari Sebastian Gunawan Signature bukan sekadar koleksi yang memanjakan mata. Ia adalah karya yang membaca karakter dan merayakan identitas. Untuk calon pengantin masa kini, koleksi ini bisa menjadi inspirasi gaun wedding afterparty yang tak hanya merepresentasikan siapa Anda—tapi juga memahami.

 

To a universe stitched in style—congratulations, Sebastian Gunawan Signature.