by Novi Nadya | 02 Apr 2026
Mencari hotel bintang lima di Jakarta dengan taman luas, pilihan venue yang beragam, serta fleksibilitas untuk mewujudkan konsep pernikahan yang tak terbatas bukanlah hal yang mudah—dan justru di situlah Shangri-La Jakarta mempertahankan daya tariknya. Hotel yang berdiri sejak tahun 1994 ini tak hanya menjadi saksi berbagai perayaan, tetapi juga bagian dari perjalanan lintas generasi—di mana pasangan yang dulu menikah di sini, kini kembali untuk merayakan hari istimewa keluarga dan relasi mereka.
Relevansi tersebut tidak hanya bertumpu pada sejarah dan reputasi hospitality, melainkan pada kemampuan Shangri-La Jakarta membaca perubahan. Terlebih, pasangan masa kini memiliki referensi yang semakin luas—tidak lagi memilih antara tradisional atau internasional, melainkan mencari cara untuk menyatukan keduanya secara personal. Pendekatan personalisasi inilah yang diterjemahkan dalam Symphony of Eternity, wedding showcase di Shangri-La Jakarta yang berlangsung pada 4–5 April 2026.

“Seiring waktu, kami melihat kebutuhan klien semakin berkembang. Tidak lagi hanya berfokus pada pernikahan tradisional, tetapi juga mencakup konsep internasional hingga Sangjit yang memiliki karakter berbeda. Kolaborasi ini menjadi cara kami untuk mengakomodasi semuanya dalam satu pengalaman yang utuh,” ujar Asst. Director of Social Events Shangri-La Jakarta Widyarini Suwarti dalam press conference, Rabu (1/4/2026).
Menempati empat area ikonik—Grand Ballroom, Ceria Room, Poolside Garden, dan SATOO Garden—acara ini dirancang sebagai perjalanan multi-zona yang menghadirkan berbagai interpretasi pernikahan modern. Alih-alih tampil sebagai bagian yang terpisah, showcase ini mengikat seluruh elemen melalui satu benang merah: musik. Bukan sekadar pelengkap, melainkan medium pemersatu—sebuah bahasa universal yang menjembatani perbedaan gaya, budaya, dan preferensi.
“Ketika kami mencoba menggabungkan konsep internasional dan tradisional, tantangannya bukan hanya pada skala venue yang besar, tetapi juga pada perbedaan karakter masing-masing konsep. Dari situ kami menemukan bahwa musik adalah elemen yang bisa masuk ke keduanya, dan akhirnya menjadi highlight,” jelas Olivia dari Olivia Organizer.
Olivia Organizer berduet dengan Pranatacara, keduanya masing-masing berperan sebagai “komposer” dan “konduktor” yang merancang dan menyelaraskan setiap elemen kreatif dalam satu harmoni yang utuh. Selama dua hari, enam pertunjukan musik dikurasi dan di-mix and match di berbagai area—menghadirkan spektrum yang luas, dari orkestra hingga format yang lebih kontemporer.
Divo Music Orchestra, Taman Musik Entertainment, Lemon Tree Music Entertainment, Venus Entertainment, Kana Entertainment, hingga DJ VenomC menjadi bagian dari komposisi ini, menghadirkan alunan yang bergerak dari string quartet, jazz, dan bossanova, hingga eksplorasi modern yang lebih dinamis. Setiap ruang—dari Grand Ballroom hingga SATOO Garden—memiliki ritmenya sendiri, namun tetap terhubung dalam satu harmoni.

“Konsep seperti ini masih jarang ditemui. Gen Z cenderung datang dengan ide yang lebih eksploratif, dan kami ingin menunjukkan bahwa musik juga bisa diolah lebih jauh—dari orkestra yang dipadukan dengan dangdut, hingga lagu tradisional yang diinterpretasikan melalui keroncong,” imbuh Gandy dari Pranatacara.
Pendekatan serupa juga tercermin dalam arah dekorasi yang kian beririsan. Batas antara internasional dan tradisional semakin cair—elemen global hadir berdampingan dengan sentuhan lokal yang lebih subtil, sementara tradisi seperti Minang atau Peranakan tampil dalam langgam yang lebih modern. Bukan kompromi, melainkan komposisi yang dirancang untuk tetap selaras.
Lebih dari 300 vendor turut terlibat dalam ekosistem yang terintegrasi, termasuk 60 vendor top-tier yang menghadirkan karya dan konsep terbaru mereka. Kolaborasi ini memberi ruang bagi calon pengantin untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan, berkonsultasi langsung dengan para ahli, serta merencanakan perayaan dalam satu destinasi yang menyeluruh.



Bersama BCA, Shangri-La Jakarta juga menghadirkan berbagai penawaran eksklusif selama acara berlangsung, mulai dari potongan harga hingga benefit menginap untuk paket tertentu. Selain itu, paket pernikahan khusus ditawarkan dengan minimum pembelanjaan mulai dari Rp 218.000.000 net untuk 200 tamu di SATOO Garden atau Lotus Room. Untuk skala yang lebih besar, tersedia pilihan Ceria Room dan Poolside Garden mulai dari Rp 318.000.000 untuk 300 tamu, serta Ceria Room atau Indonesian Room mulai dari Rp 488.000.000 untuk 500 tamu. Sementara itu, ballroom dengan dua section ditawarkan mulai dari Rp788.000.000 untuk 800 tamu, dan Grand Ballroom mulai dari Rp 978.000.000 untuk 1.000 tamu hingga Rp 1.468.000.000 untuk kapasitas 1.500 tamu.
“Kami juga menghadirkan penawaran spesial yang hanya tersedia selama 4 dan 5 April 2026, bekerja sama dengan bank partner kami. Ini menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan bagi pasangan yang tengah merencanakan pernikahan mereka,” tutup Nadia Alifah Ramadhana, Assistant Director of Marketing Communications Shangri-La Jakarta.
Sebagai destinasi pernikahan yang telah dipercaya selama puluhan tahun, Shangri-La Jakarta menghadirkan pengalaman yang menyeluruh melalui venue elegan, layanan yang hangat, serta sentuhan personal yang menjadikan setiap perayaan terasa istimewa. Untuk informasi lebih lanjut, calon pengantin dapat menghubungi +62 21 2922 9999 atau mengunjungi situs resmi Shangri-La Jakarta.
Pada akhirnya, Symphony of Eternity tidak hanya menawarkan inspirasi, tetapi juga cara pandang baru—bahwa pernikahan hari ini tidak lagi berjalan dalam satu nada, melainkan rangkaian yang lebih kaya, lebih personal, dan sepenuhnya terbuka untuk diinterpretasikan. Sebuah simfoni, yang menemukan keindahannya ketika berbagai elemen dipertemukan dalam harmoni.