Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

The Langham Afternoon Tea Book dalam Birdcage Ikonik di ALICE by Tom Aikens | Le Mariage Indonesia
 Menelusuri 161 tahun tradisi afternoon tea khas The Langham lewat sajian British klasik di dalam birdcage elegan di ALICE by Tom Aikens, The Langham Jakarta.

Menelusuri 161 tahun tradisi afternoon tea khas The Langham lewat sajian British klasik di dalam birdcage elegan di ALICE by Tom Aikens, The Langham Jakarta.

Alexander Poindl, General Manager at The Langham Jakarta dan Executive Chef The Langham, Jakarta Chef Jeremy Jouan

Alexander Poindl, General Manager at The Langham Jakarta dan Executive Chef The Langham, Jakarta Chef Jeremy Jouan

The Langham Afternoon Tea Book dalam Birdcage Ikonik di ALICE by Tom Aikens

by Novi Nadya | 20 May 2026

Sebuah instalasi giant book langsung menyambut saat kami melangkah masuk ke ALICE by Tom Aikens di The Langham Jakarta. Seolah membawa Anda masuk ke dunia imajinatif yang bermain dengan skala, detail, dan nostalgia. Almost like stepping into Alice in Wonderland, hanya saja kali ini afternoon tea menjadi pusat ceritanya.

Properti teatrikal tersebut menandai hadirnya The Langham Afternoon Tea Book di Jakarta, setelah dirilis secara global sebagai bagian dari perayaan 161 tahun tradisi afternoon tea The Langham yang telah hidup sejak 1865 di Inggris.


Birdcage ikonik ALICE by Tom Aikens



Instalasi giant book The Langham Afternoon Tea


Dengan sentuhan warna pink lembut khas The Langham, buku ini hadir dalam ukuran yang handy. Di dalamnya tersimpan seperti “harta karun” berisi sejarah, resep-resep signature, hingga visual pastry yang polished. Cantik untuk dikoleksi, namun tetap terasa ingin dibuka kembali di rumah dan mencoba berkreasi karena langkah-langkahnya dibuat cukup mudah diikuti.

Salah satu halaman yang paling mencuri perhatian sore itu menampilkan Pistachio and Raspberry Flower berwarna merah dan hijau yang vibrant. Menariknya, visual dalam buku tersebut benar-benar diterjemahkan ke meja makan. Deretan menu afternoon tea disajikan berdampingan dengan gambar-gambar dari bukunya, membuat pengalaman ini terasa seperti melihat halaman demi halaman menjadi hidup.


Afternoon Tea Terbaru di ALICE by Tom Aikens


Scones, Red Velvet &  Pistachio and Raspberry Flower


Di tengah dining scene yang terus bergerak cepat mengejar konsep baru, afternoon tea terbaru di ALICE justru terasa menarik karena memilih kembali pada akar British klasiknya. “More classical, bringing back our British afternoon tea heritage,” ujar Chef de Cuisine Refky saat memperkenalkan menu terbaru mereka sore itu.



Pilihan sandwich klasik


Pilihan sandwich klasik seperti Coronation Chicken Curry, Homemade Smoked Salmon, Classic Cucumber, hingga Roasted Beef hadir dengan ukuran baru yang terasa semakin pas dinikmati. Roasted Beef quietly became one of our favourites—comforting dengan lapisan rasa yang tetap terasa elegan.

Selain itu, Farmhouse Egg and Cress juga menjadi salah satu savory yang surprisingly addictive. Simple, gurih, dan very British dengan cara yang justru terasa comforting. Tidak mencoba terlalu banyak hal, tetapi dieksekusi dengan presisi yang membuatnya terasa memorable.


Ragam teh dari Dammann Frères dan Farmhouse Egg and Cress


Dari sisi pastry, Strawberry and Basil Mille-Feuille menjadi highlight baru yang paling mencuri perhatian. Jeremy Jouan menyebut dessert ini sebagai salah satu signature yang di-elevate dengan penggunaan stroberi dan basil yang lebih intens.

Hasilnya terasa bright, aromatic, dan jauh lebih modern tanpa kehilangan karakter klasik mille-feuille itu sendiri. Nantinya, sajian ini juga akan dipotong langsung di depan meja, memberi sentuhan tableside experience yang membuat ritual afternoon tea terasa lebih intimate.

Seluruh rangkaian afternoon tea kemudian dipadukan dengan pilihan teh dari Dammann Frères, mulai dari Fruit Infusion Samba untuk sandwich, Strong Breakfast Blend untuk dessert manis, hingga Genmaicha untuk savory pastry.



Lukisan grand hotel pertama The Langham di London


“Afternoon tea telah menjadi bagian penting dari identitas The Langham sejak pembukaan hotel pertama kami di London pada 1865, saat menjadi grand hotel pertama yang memperkenalkan tradisi elegan ini kepada publik,” ujar Alexander Poindl, General Manager The Langham Jakarta.

Dan mungkin itu yang paling terasa sore itu. Di saat banyak luxury dining experience berlomba menjadi semakin eksperimental, The Langham justru memahami bahwa tradisi yang benar-benar kuat tidak perlu kehilangan akarnya untuk tetap terasa relevan.



Malinda Yasmin, Director of Marketing Communications; Fickry Zoelfisyahrin, Assistant Marketing & Communications Manager; serta Debby Setiawaty, Director of Sales and Marketing, di peluncuran The Langham Afternoon Tea Book di ALICE by Tom Aikens, The Langham Jakarta.


The Langham Afternoon Tea di ALICE tersedia dengan harga Rp 998.000++ untuk dua orang, atau Rp 1.368.000++ untuk dua orang termasuk satu Afternoon Tea Book. Beberapa pilihan juga tersedia secara à la carte, mulai dari Rp 298.000++.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi ALICE di The Langham Jakarta melalui WhatsApp di +62 858 8838 8885 atau kunjungi The Langham Jakarta.