Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Marriott International dan MICE Jakarta yang Lebih Personal | Le Mariage Indonesia

Marriott International dan MICE Jakarta yang Lebih Personal

by Novi Nadya | 7 hours ago

Dalam MICE—Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions—meeting hanya sebagian dari perjalanan. Ada pagi di hotel, sarapan, pertemuan baru, berjam-jam di ruang konferensi, hingga waktu kembali ke kamar dengan banyak hal di kepala. Business trip tetap sebuah perjalanan, meski tujuannya bekerja.

Gagasan ini sejalan dengan apa yang disoroti Marriott International dalam rilis terbarunya mengenai MICE di Jakarta: pengalaman di luar ruang meeting ikut membentuk sebuah business event. Melalui dua properti luxury-nya, The St. Regis Jakarta dan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Marriott memperlihatkan pendekatan tersebut lewat budaya, kuliner, wellbeing, hingga pilihan pengalaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok.

Dengan hampir 20 properti di ibu kota, Marriott memiliki spektrum venue dan hospitality yang luas untuk berbagai kebutuhan business events, dari boardroom meeting hingga acara berskala besar.

Di sinilah pembicaraan tentang MICE menjadi lebih menarik. Ketika venue, kapasitas, teknologi, dan service sudah menjadi fondasi, pertanyaannya bukan lagi sekadar di mana meeting akan berlangsung, melainkan apa yang akan dirasakan orang setelah meeting selesai?

 

MICE Tidak Harus Terasa Seperti MICE




Astor dan Caroline Ballroom, The St. Regis Jakarta


Salah satu portfolio luxury Marriott, The St. Regis Jakarta memiliki lebih dari 3.200 meter persegi ruang acara, dengan Astor Ballroom sebagai salah satu ruang utama untuk konferensi dan gala. Tetapi kekuatan sebuah venue tidak hanya berpusat pada ukuran ballroom.

Jakarta dapat masuk ke dalam itinerary. Kota Tua dan Museum Fatahillah, makan siang di Café Batavia, hingga workshop batik di Museum Tekstil dapat dirancang sebagai bagian dari program kelompok. Dengan Butler Service yang menjadi ciri khas St. Regis, perjalanan tersebut dapat disusun dengan perhatian yang lebih personal.



Pool Area & Astor Court The St. Regis Jakarta 


Bagi tamu yang datang dari luar Jakarta, perbedaannya cukup berarti. Mereka tidak hanya berpindah dari bandara ke hotel, dari hotel ke ballroom, lalu kembali ke bandara. Mereka sempat melihat sedikit dari kota yang menjadi tuan rumah perjalanan mereka. Hotel, dalam konteks ini, menjadi penghubung antara agenda dan destinasi.


Skala Besar, Tanpa Kehilangan Jeda




Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place


The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place mengambil pendekatan berbeda. Ballroom-nya memiliki luas lebih dari 3.280 meter persegi dengan kapasitas hingga 4.000 tamu seated, menjadikannya salah satu venue hotel terbesar untuk business events di Jakarta.

Di Ritz-Carlton, personalisasi bukan tambahan dalam pengalaman. Melainkan sudah menjadi bagian dari cara para Ladies and Gentlemen menjamu tamu. Prinsip ini tetap terasa bahkan saat acara berlangsung dalam skala besar, saat kebutuhan setiap tamu menjadi sangat beragam. Konsep personalized service dan perhatian pada detail memang menjadi bagian dari bahasa layanan Ritz-Carlton.

Sound healing di area kolam, interactive cooking class, pengalaman kuliner, hingga aktivitas pagi saat Car Free Day Jakarta memberi pilihan bagi delegasi untuk keluar sejenak dari ritme konferensi. MICE tidak harus berubah menjadi liburan. Yang dibutuhkan adalah jeda yang terasa tepat.

Melalui Loka Rasa, culinary initiative Marriott International Indonesia, makanan juga dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Bagi tamu dari luar negeri, mengenal Indonesia melalui hidangan dan cara memasaknya menjadi bentuk pengenalan budaya yang tidak terasa seperti kuliah sejarah.


Personal Bukan Berarti Eksklusif



The Hotel Experience at Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta


Ada kecenderungan menganggap pengalaman personal dalam luxury hospitality harus selalu privat atau mahal. Untuk MICE, personal bisa berarti sesuatu yang lebih sederhana: program yang terasa tepat bagi orang-orang yang menjalaninya.

Kelompok konferensi tidak selalu membutuhkan itinerary yang penuh. Incentive group mungkin justru menginginkan aktivitas yang membuat mereka bergerak dan berinteraksi. Executive group membutuhkan ruang untuk diskusi tanpa gangguan.

Personalisasi bukan soal menambahkan pilihan sebanyak mungkin. Heritage experience, culinary programming, wellness activity, maupun pilihan ruang meeting adalah bahan bagi planner untuk menyusun perjalanan sesuai karakter kelompok.

Marriott Bonvoy Events juga memberi planner sejumlah benefit untuk group booking dan event, termasuk meeting package, poin Marriott Bonvoy, serta benefit tertentu untuk program yang memenuhi syarat.


Jakarta Tidak Perlu Menjadi Kota Lain


Jakarta punya sesuatu yang tidak bisa dibuat ulang di ballroom mana pun. The Big Durian adalah kota bisnis yang sibuk, tetapi juga memiliki sejarah, kuliner, kawasan heritage, seni, dan kehidupan jalanan yang khas. Semua sudah ada. Tinggal bagaimana memperkenalkannya kepada tamu tanpa membuatnya terasa seperti paket wisata yang diselipkan ke dalam business trip.

The St. Regis Jakarta mengambil jalur heritage dan budaya. The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place menawarkan wellbeing dan culinary experience. Pendekatannya berbeda, tetapi idenya sama: membiarkan Jakarta ikut hadir dalam pengalaman MICE.


Lebih Banyak Pilihan

Portfolio Marriott di Jakarta juga terus bertambah. Jakarta Marriott Hotel Gelora menjadi salah satu tambahan dengan tujuh ruang acara dan 861 meter persegi event space.

Bagi planner, pilihannya semakin beragam. Dari boardroom meeting hingga acara berskala besar, semuanya kembali pada memilih venue dan pengalaman yang tepat untuk siapa yang datang.