by Novi Nadya | 22 Jan 2026
Bagi mereka yang memahami bahwa kemewahan sejati hadir dalam konteks, bukan sekadar lokasi, Ubud menawarkan lebih dari pemandangan. Terletak di Desa Brisela, Gianyar—sebuah desa lereng bukit yang tenang—Hiliwatu, Bali Ubud, a Tribute Portfolio Resort, menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi penikmat hospitality yang menghargai waktu, privasi, dan sense of place.
Sebagai bagian dari portofolio global Marriott Bonvoy, properti yang diarsiteki oleh Jeghier Architect ini tidak hadir untuk mendominasi lanskap Ubud, melainkan membaca dan meresponsnya. Dirancang menyatu dengan kontur alam, Hiliwatu membiarkan hutan, kabut, dan perubahan cahaya menjadi bagian dari pengalaman—bukan hanya latar.

Hujan menyambut kami saat tiba, menebalkan suasana tenang yang langsung terasa sejak langkah pertama. Sebuah lobi menjulang setinggi 24 meter terbuka di hadapan—seamless dan impeccable dalam skala maupun materialnya. Tiang-tiang kayu solid yang diukir sepenuhnya dengan tangan, tanpa mesin, membentuk konstruksi yang tidak hanya menopang ruang, tetapi juga bercerita.
Dari lobi, ruang mengalir perlahan ke bawah lewat tiga undakan kolam menghadap rimbun hutan, menghadirkan irama audio alami dan visual yang menenangkan. Seperti namanya, Hili berarti bukit dan Watu berarti batu—sebuah refleksi puitis dari kekuatan dan keanggunan alami resor yang terbentang di atas lahan seluas 26.000 meter persegi ini.
“Hiliwatu, Bali Ubud, a Tribute Portfolio Resort menandai babak penting bagi perjalanan merek ini di Indonesia. Tribute Portfolio menyatukan hotel-hotel independen dengan kisah yang khas, ekspresi kreatif, dan semangat koneksi. Ubud—dengan warisan seni serta harmoni yang mendalam—menjadi latar ideal bagi merek yang merayakan individualitas dan karakter,” ujar Ramesh Jackson, Regional Vice President, Indonesia and Malaysia, Marriott International.
Sanctuary dalam Sanctuary

Pengalaman menginap di Ubud kini menemukan perspektif barunya lewat resor yang dibentuk sebagai percakapan mengalir antara lanskap dan kehidupan. Rasanya seperti memasuki sebuah sanctuary—dan kembali memasuki sanctuary lain saat tiba di kamar tidur.
Hiliwatu memiliki 38 intimate sanctuaries, terdiri dari 24 kamar suite, 12 one-bedroom villas, satu three-bedroom villa, dan satu four-bedroom villa. Setiap sanctuary mencerminkan jiwa alami Ubud, melalui material buatan tangan, open-air layouts, serta pemandangan hutan yang menjadi bagian dari keseharian.

Hiliwatu mengajak Anda menemukan kembali Bali dari sudut pandang yang baru. Dengan seluruh fasilitas, mulai dari kolam renang, wedding chapel, ruang makan, hingga spa yang dirangkai dalam satu struktur yang harmonis. Semuanya dibalut dalam keseimbangan spiritual Bali, Rwa Bhineda, di mana ketenangan dan penemuan, batu dan air, hidup berdampingan dalam harmoni alam.
Pusat kesejahteraan di resor, Samya Wellness juga terinspirasi langsung dari elemen di sekitarnya: batu dan air. Perawatan yang ditawarkan memadukan ritual kaya mineral, meditasi kristal, hingga sesi yoga di udara terbukayang menghubungkan tubuh dengan aliran batin.
Tersedia pula helipad dengan pemandangan 360 derajat lanskap Ubud yang bergelombang, mendefinisikan kembali makna kedatangan. Sementara itu, karya seni pilihan dari seniman Bali yang tengah berkembang menghadirkan narasi personal di setiap ruang.
The Pavilion, Resort’s Open-Air Chapel

Fleksibilitas dan kedinamisan juga tercermin pada kapel pernikahan terbuka Hiliwatu bernama The Pavilion. Ruang ini dirancang versatile—berfungsi sebagai wellness sanctuary di pagi hari, lalu bertransformasi menjadi ruang kuliner yang semarak saat senja.
Pendekatan ini sejalan dengan keyakinan Tribute Portfolio bahwa desain yang baik tidak hanya indah, tetapi juga hidup dan dapat beradaptasi. Terutama dalam menyambut momen penting, seperti pernikahan intim. Soal romantisme, tak perlu diragukan—The Pavilion menawarkan perspektif baru bagi pasangan yang ingin merayakan penyatuan cinta.
Filosofi Kuliner di Tanah Tempat Berakar

Penghormatan yang sama juga hadir dalam ranah kuliner, yang menjadi jantung filosofi resor. Restoran Tapis merayakan masakan lokal dengan inspirasi warisan Bali, menggunakan bahan-bahan yang dipasok dari mitra pertanian terdekat.
Nira hadir sebagai oasis di ketinggian, tempat jiwa Bali bertemu dengan semangat Mediterania, menjadi lokasi ideal untuk menikmati hidangan sambil menanti matahari terbenam.
Sementara Omber menyajikan pengalaman bersantap yang ekspresif dan terinspirasi oleh api. Hidangan panggang Mediterania hingga sajian bergaya steakhouse klasik disesuaikan dengan musim dan visi kreatif sang chef.
Pool Bar ikonik yang elegan melengkapi pengalaman, dengan pemandangan sawah dan pilihan minuman serta acara yang mencerminkan gaya santai Ubud.
Setiap aspek Hiliwatu menceritakan sebuah kisah—dari kayu lokal yang membentuk interiornya hingga keahlian kerajinan Bali yang mendefinisikan desainnya. Resor ini juga menawarkan fasilitas fitness 24 jam, intimate event spaces, serta pengalaman imersif yang menghubungkan tamu dengan komunitas lokal Brisela. Mulai dari menjelajah landmark budaya terdekat seperti Istana Ubud, Sawah Tegallalang, dan Sungai Ayung, hingga sekadar tinggal diam di sanctuary pribadi, menikmati hutan dari balkon—semuanya terasa cukup.
“Hiliwatu lahir dari rasa kagum terhadap alam, keahlian tangan, dan makna koneksi,” ujar Yudi Hendarsyah, General Manager Hiliwatu, Bali Ubud, a Tribute Portfolio Resort. “Setiap jalur, setiap batu, dan setiap detail dirancang untuk menyelaraskan diri dengan denyut Ubud. Melalui ruang, tim, dan pengalaman yang kami hadirkan, kami membuka pintu menuju ritme alam—mengundang para tamu untuk menemukan keseimbangan. Kami siap menyambut para pelancong dari seluruh dunia dengan kehangatan, ketulusan, dan spirit yang menjadi jiwa Ubud.”
Hiliwatu, Bali Ubud, a Tribute Portfolio Resort
Jl. Pura Dalem No 88, Br Gadungan, Desa Bresela,
Payangan, Gianyar, Ubud, Bali,
Indonesia
+62 361 2091988