by Novi Nadya | 25 Jun 2026
Kami kembali lagi ke Ubud. Dan setiap kali kembali, pertanyaannya tidak pernah benar-benar sama. Bukan lagi tentang apa yang baru dibuka, atau apa yang lebih mewah dibanding sebelumnya.
Yang lebih menarik justru apa yang membuat seseorang terus kembali, ketika hampir semua hal tentang Ubud sudah pernah dilihat, dirasakan, dan diceritakan. Dalam lanskap yang sejak lama identik dengan ketenangan, alam, dan spiritualitas, tantangan sebenarnya bukan lagi menciptakan pengalaman baru, melainkan menjaga alasan untuk kembali.
Di Payangan, Ubud utara—sebuah kawasan yang sudah lama menjadi rumah bagi berbagai interpretasi luxury jungle retreat—Anantara Ubud Bali Resort tidak berusaha mendefinisikan ulang Ubud. Ia hanya menawarkan cara yang berbeda untuk mengalaminya.
Kesan Pertama di Anantara Ubud Resort

Perjalanan dari pusat Ubud melaju melalui jalan desa, sawah, dan kontur lembah yang semakin rapat oleh hijau. Tidak terasa seperti perpindahan lokasi, melainkan perpindahan ritme.
Ritme yang tidak tergesa dimulai bahkan sebelum check-in. Gamelantron, instalasi musik yang terinspirasi dari gamelan, menjadi latar suara pertama yang menyambut. Disusul suara cicadas dari ruang terbuka yang mengarah langsung ke lembah Payangan dan siluet Gunung Agung di kejauhan.

Two-bedroom pool Villa
Sebagai properti kedua Anantara di Bali, resort ini berdiri dengan 85 suite dan pool villa bergaya kontemporer yang tersebar mengikuti kontur bukit. Bangunannya tidak memaksa untuk meluruskan alam; justru sebaliknya, arsitektur memilih mengikuti alurnya.
Material alami, kaca penuh dari lantai ke langit-langit, serta transisi ruang dalam dan luar terasa mengalir tanpa batas yang tegas. Bahkan kabut yang bergerak di lembah seperti menjadi bagian dari komposisi yang memang sudah ada sejak awal.
Bukan Satu Cara Tinggal, Bukan Satu Cara Bepergian

Yang membuat resort ini memikat bukan hanya bagaimana cara dibangun, tetapi bagaimana memahami bahwa tidak semua orang datang dengan ritme yang sama.
Ada pasangan yang mencari keheningan lebih privat dari keseharian yang bising. Ada keluarga yang membawa anak dan remaja dengan kebutuhan ruang yang berbeda. Ada pula yang datang sendiri, bukan untuk mengisi waktu, tetapi justru untuk mengosongkannya. Semua itu hadir tanpa saling bertabrakan.

SULANG Bar
Seperti di SULANG Bar, alfresco bar yang terletak di area main swimming pool khusus dewasa, sambil menikmati cocktail dengan pemandangan meditatif lembah berkabut. Tak jauh, kids club dan aktivitas remaja berjalan dengan dunianya sendiri. Memberi keluarga kesempatan dan keleluasaan untuk tetap bersama tanpa harus berada dalam tempo yang sama.

KIRANA Restaurant
Dan tentu momen bersantap akan menyatukan semuanya. Seperti di KIRANA yang menyajikan hidangan Indonesia autentik modern dengan latar hutan tropis yang terbuka sepenuhnya.

AMERTA Restaurant
Sementara AMERTA menghadirkan interpretasi santapan Mediterania yang ringan dan segar, dengan fokus pada bahan-bahan musiman serta hasil bumi lokal.

Lobby Lounge
Untuk Lobby Lounge, pagi dimulai dengan seduhan kopi lokal pilihan. Menjelang sore, ruang yang sama berubah menjadi tempat menikmati teh sambil memandang Gunung Agung, ditemani alunan lembut yang terinspirasi dari gamelan.
Untuk momen yang lebih personal, pengalaman Dining by Design khas Anantara mengundang Anda menciptakan pengalaman bersantap sesuai keinginan—mulai dari sarapan di tengah sawah hingga makan malam privat di paviliun yang tersembunyi.
Ruang untuk Kembali ke Dua Orang
Di Amantara Spa, sebuah paviliun yang berdiri terpisah dari area utama resort, pengalaman dibuat lebih personal. Bukan hanya relaksasi, melainkan ruang untuk kembali memperlambat ritme dan memberi perhatian pada tubuh yang sering kali terlalu sibuk mengikuti keseharian.
Untuk pasangan, tersedia pengalaman seperti Siraman, ritual pra-pernikahan Jawa yang berpusat pada penyucian dan koneksi. Rangkaian ini dimulai dari ritual siraman dan rendaman kaki, dilanjutkan dengan Taksu Massage yang dipercaya membantu mengalirkan energi positif antara dua orang, sebelum ditutup dengan rangkaian perawatan tubuh yang menenangkan.
Di luar spa, Anda bisa menikmati pagi yang pelan di yoga deck yang terbuka ke arah hutan. Ada pula yang memilih menghabiskan waktu di infinity pool tanpa banyak percakapan, membiarkan lanskap mengambil alih suasana.
Bahkan dalam pengalaman yang lebih simbolik, tersedia sesi cultural immersion dengan balutan busana adat Bali. Melalui pengalaman Royal Balinese Couple, pasangan diajak merayakan romantisme ala Bali—mulai dari mengenakan busana tradisional hingga mengikuti pemberkatan suci di pura resort.

Royal Balinese Couple
Pernikahan di Anantara Ubud Bali Resort

Lobby Garden dan Wanakasa Room
Dalam lanskap yang sama, perayaan juga menemukan tempatnya. Dari pertunangan yang intim hingga resepsi yang melibatkan keluarga dan sahabat terdekat, Payangan menghadirkan latar romansa yang nyaris tidak perlu ditambahkan apa-apa lagi. Hutan, kabut pagi, dan cahaya senja sudah melakukan sebagian besar pekerjaannya.
Bagi yang memilih merayakannya di sini, tersedia berbagai ruang yang dapat disesuaikan dengan skala dan suasana yang diinginkan—mulai dari Lobby Garden yang menghadap hutan hujan hingga Wanakasa Room yang lebih intim untuk jamuan makan maupun cocktail reception.
Dan ketika semua perjalanan selesai di Amantara Ubud Bali, yang tertinggal bukan perasaan bahwa kita telah menemukan sesuatu yang baru. Melainkan keinginan untuk kembali.
Kembali pada pagi yang berjalan lebih pelan. Pada hutan Payangan yang selalu berubah warna mengikuti cuaca. Pada keramahan yang terasa hangat tanpa perlu berusaha. Dan mungkin itu yang membuat Anantara Ubud Bali Resort terasa berbeda.
Anantara Ubud Bali Resort
Jalan Raya Puhu No. 88, Payangan,
Gianyar, Bali - Indonesia 80572
+62 361 2017 888