Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Kemeja Putih Menjadi Sebuah Statement bagi Indonesian Fashion Designer Council | Le Mariage Indonesia
Indonesian Fashion Designer Council menghadirkan interpretasi 22 desainer atas kemeja putih dalam DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation di Senayan City hingga 30 September 2026.

Indonesian Fashion Designer Council menghadirkan interpretasi 22 desainer atas kemeja putih dalam DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation di Senayan City hingga 30 September 2026.

Kemeja Putih Menjadi Sebuah Statement bagi Indonesian Fashion Designer Council

by Novi Nadya | 8 hours ago

02 Sep 2026 - 30 Sep 2026

Kemeja putih selalu punya tempat di wardrobe fashion people. Sederhana, versatile, tapi punya daya untuk membuat sebuah look terasa selesai. Di tangan desainer, sepotong kemeja putih tentu punya cerita lain. Cutting, siluet, proporsi, detail, sampai cara ia jatuh di tubuh menjadi bahasa yang memperlihatkan siapa pembuatnya.

Gagasan tentang kemeja putih sebagai sebuah kanvas inilah yang dibawa DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation. Sebanyak 22 desainer yang bernaung di Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) menerjemahkan satu warna dan satu wardrobe staple melalui gaya masing-masing. Berlangsung di Lower Ground, Senayan City, dari 2 hingga 30 September 2026, DRAFT merupakan kolaborasi IFDC bersama Senayan City dan Cotton USA yang mempertemukan karya desainer dengan sebuah tujuan yang jauh lebih besar dari sekadar dipamerkan.


DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation


Di sini, kemeja putih terasa punya dua kehidupan. Ia tetap menjadi fashion piece yang ingin dikenakan—dengan material katun Cotton USA yang ringan, nyaman, dan menjaga struktur—tetapi juga membawa alasan lain ketika berpindah dari rak ke lemari seseorang. Setiap kemeja dan atasan ditawarkan secara terbatas dengan harga Rp1.200.000 hingga Rp1.999.000, sementara seluruh hasil penjualannya disalurkan melalui Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur.



Yosafat Dwi Kurniawan


“Saya rasa amat penting untuk industri mode turut berpartisipasi pada kegiatan sosial ini. Kegiatan ini adalah salah satu cara memaknai karya, memberikan nilai lebih, dan sekaligus berbagi pada sesama,” jelas Yosafat Dwi Kurniawan, salah seorang anggota muda IFDC.

Dalam karyanya untuk DRAFT, Yosafat memilih atasan berkancing tanpa kerah dengan detail cut-out di bagian badan dan ruffle pada lengan. Siluetnya terasa casual dan easy, tetapi tetap punya statement yang membuatnya jauh dari basic piece.




 

Eddy Betty

Sementara itu, Eddy Betty, desainer yang lekat dengan corset dan couture ini membawa nuansa nautical, dengan detail nautical, scarf dan pita di sisi pinggang bermotif stripes biru-putih, serta permainan kancing asimetris, dipertemukan dengan permainan kancing asimetris. Detailnya membuat sebuah kemeja putih terasa jauh dari kata biasa.

Dua karya ini baru sebagian kecil dari cara para desainer membaca satu wardrobe staple. Adeline Esther, Andreas Odang, Carmanita, Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Ivan Gunawan, Liliana Lim, Mel Ahyar, Priyo Oktaviano, Rama Dauhan, Sebastian Gunawan, Wilsen Willim, Yongki Budisutisna, Yogie Pratama, Eddy Betty, dan Yosafat Dwi Kurniawan masing-masing membawa perspektifnya ke dalam warna yang sama. Dan di situlah kata statement mendapat lapisan lain.


Adeline Esther



Andreas odang


Ghea Panggabean dan Sebastian Gunawan



Wilsen Willim dan Rama Dauhan 


Kemeja putih memang bisa mengatakan sesuatu tentang gaya. Potongan yang dipilih, cara memakainya, hingga detail yang dianggap penting adalah bagian dari personal style. DRAFT menambahkan satu pernyataan lagi: apa yang kita pilih untuk beli juga bisa mengatakan sesuatu tentang apa yang kita pedulikan.