Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Time Dilation, koleksi Spring/Summer 2026 Yosafat Dwi Kurniawan, hadir sebagai penanda 15 tahun perjalanannya di industri mode.

Time Dilation, koleksi Spring/Summer 2026 Yosafat Dwi Kurniawan, hadir sebagai penanda 15 tahun perjalanannya di industri mode.

 21 look yang dirancang dengan pendekatan lebih modern, terkontrol, dan matang.

21 look yang dirancang dengan pendekatan lebih modern, terkontrol, dan matang.

Yosafat Dwi Kurniawan, 15 Tahun Kemudian — Time Dilation Spring/Summer 2026

by Novi Nadya | 06 Jan 2026

Seperti frasa 15 years later yang kerap muncul dalam template video atau potongan cerita di linimasa—menunggu lima belas tahun bisa terasa cepat, sekaligus lambat. Tidak ada yang benar-benar menyadari berlalunya waktu saat kita sibuk menjalaninya. Perasaan ganjil justru muncul ketika kita berhenti sejenak; ketika sesuatu yang terasa seperti kemarin, tiba-tiba memiliki jarak lima belas tahun.

Perasaan inilah yang menjadi inti Time Dilation, tajuk koleksi terbaru Spring/Summer 2026 Yosafat Dwi Kurniawan menandai 15 tahun perjalanan kariernya di industri mode. Yosafat memaknai perjalanan kreatifnya layaknya memasuki sebuah lorong—tempat di mana antusiasme awal terasa tetap hidup, namun dibarengi kesadaran akan jarak pengalaman yang telah ia lalui. Desainer yang resmi bergabung dengan Indonesian Fashion Designer Council pada 2024 ini melihat perjalanan 15 tahunnya yang bisa terasa amat singkat sekaligus panjang

Lulusan Lasalle College International Jakarta, mengaitkannya dengan teori relativitas waktu Albert Einstein yang digambarkan melalui adegan dalam film Interstellar. Ketika waktu bergerak dengan kecepatan berbeda di dua ruang yang berdekatan. Sebuah metafora yang terasa akrab baginya: bergerak maju, namun sesekali menoleh ke belakang.


Patricia Gouw dan Yosafat Dwi Kurniawan Courtesy: Instagram @patriciagouw & @yosafat_k

Momen “menoleh” itu hadir secara simbolis saat Patricia Gouw membuka peragaan busana. Sosok yang juga tampil dalam salah satu show awal Yosafat di tahun-tahun pertama kariernya pada 2010, kini kembali melangkah di runway sebagai pembuka show Time Dilation yang berlangsung di PITA showroom, Sequis SCBD, Jakarta, November 2025.

Koleksi Time Dilation terasa familiar, namun hadir dengan kedewasaan baru. Bahasa desain Yosafat—busana feminin dengan garis arsitektural tajam—kembali muncul melalui 21 look yang dirancang dengan pendekatan lebih modern, terkontrol, dan matang.


Bustier dan Siluet jadi Highlight



Potongan bustier dan siluet peplum yang menjadi highlight dalam koleksi


Bustier dan siluet peplum menjadi salah satu sorotan utama. Terinspirasi dari para couturier era keemasan—mulai dari ketegasan siluet Cristóbal Balenciaga, keberanian material ala Gabrielle Chanel, sensualitas Gianni Versace, hingga elegansi Christian Dior—Yosafat mengolah referensi tersebut dengan teknik modern serta material hasil pengembangan teknologi masa kini. Konstruksi yang rigid dan terstruktur, terinspirasi dari era Renaisans hingga Rococo, dimodernisasi untuk menciptakan visual antara struktur dan sensualitas.


Eksplorasi bustier

Eksplorasi bustier tampil semakin berani: aksen runcing menyerupai tanduk di sisi kiri dan kanan, versi one-shoulder dengan ujung tajam asimetris, hingga permainan sisi yang lebih flat—sebuah reinterpretasi kontemporer dari siluet historis seperti stomacher. Detail-detail ini merefleksikan filosofi desain Yosafat yang kian tegas dan sadar arah.

Sentuhan snakeskin, satin yang kontras, aksen metalik, serta velvet hitam pekat mempertegas narasi antara kekuatan dan kelembutan—DNA yang konsisten melekat pada estetika Yosafat. Bahasa desain ini telah ia bangun sejak lulus sebagai Mahasiswa Terbaik pada 2009, dan telah lebih dulu bekerja bersama dengan sejumlah desainer dan label besar, hingga akhirnya mendirikan labelnya sendiri pada 2010.


Siluet-siluet lain hadir berlapis dan berirama: bustier dengan rok transparan silver, bustier yang dipadukan dengan rok berayun sampai fringe, hingga peplum beraksen ruffle di pinggang. Gaun backless bertali rhinestone, permainan rok sheer dengan blus arsitektural yang kaku—semuanya terasa akrab dalam semesta Yosafat, namun dikerjakan dengan presisi couture yang semakin matang.

Ragam siluet fit-and-flare turut memperkaya koleksi, mulai dari duyung, pensil, Dior’s New Look, hingga skirt bertingkat. Permainan material pun terasa eklektik nan apik, dari crinoline, jacquarde, taffeta, organza, satin, hingga material modern seperti lame, acetate, chainmail, lateks dengan sentuhan iridescent melalui aplikasi kristal, payet, fringe, dan beading. Beberapa tampilan dilengkapi fascinator karya Hummingbird Road, menambah dramatisasi.


Pada akhirnya, Time Dilation bukan tentang menoleh ke belakang, melainkan tentang memahami jarak—antara siapa kita dulu dan siapa kita hari ini. Tentang bagaimana waktu, dengan segala fluktuasinya, membentuk ulang cara kita berkarya.

“Saya berharap, 15 tahun dari sekarang saya masih memiliki semangat, keinginan belajar, dan rasa antusias yang sama seperti Yosafat 15 tahun lalu,” ujar Yosafat. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang seorang perancang mode tak lepas dari fluktuasi emosi, termasuk fase burn out yang nyata. Namun baginya, selalu ada ruang untuk berkembang.

“Setelah 15 tahun, saya bangga karena saya masih belajar, masih berkembang, dan masih mau memperbaiki diri,” tutupnya dengan rendah hati.

 


Related Video

Gucci Fall Winter 2019 Collection

Gucci Fall Winter 2019 Collection

Giorgio Armani Spring Summer 2019 Men's Fashion Show

Giorgio Armani Spring Summer 2019 Men's Fashion Show

Dior Spring Summer 2019 Haute Couture Show

Dior Spring Summer 2019 Haute Couture Show

33 by Marissa Purnama

33 by Marissa Purnama

The Spring-Summer 2019 Ready-to-Wear Show — CHANEL

The Spring-Summer 2019 Ready-to-Wear Show — CHANEL