by Novi Nadya | 8 hours ago
Hari Batik Nasional yang diperingati di pada 2 Oktober memberi alasan untuk kembali melihat bagaimana warisan budaya Indonesia menemukan tempat dalam kehidupan masa kini. Seperti cara The Westin Jakarta yang merayakannya lewat peluncuran The Westin Jakarta Gallery: Heritage Above The City di Champagne Lounge, lantai 52.
Dari lantai 52, Galeri ini mempertemukan tiga nama dari dunia kreatif Indonesia: TULOLA Jewelry, Garuda Kencana Batik, dan desainer Ferry Sunarto yang berlangsung dari 1 hingga 31 Oktober 2026. Batik, perhiasan, dan busana hadir dalam satu pameran yang menempatkan karya lokal dalam suasana hospitality, menjangkau tamu hotel, pengunjung lokal, hingga audiens internasional yang datang ke Jakarta.
Dari Batik ke Perhiasan dan Busana

Garuda Kencana Batik membawa seni tekstil yang berakar pada tradisi Indonesia, dengan interpretasi yang ditujukan bagi gaya hidup masa kini. Kehadirannya terasa relevan dalam momentum Hari Batik, ketika pembicaraan tentang warisan budaya juga menyentuh bagaimana batik terus dikenakan, dikenali, dan mendapat tempat dalam keseharian.

Di sisi lain, TULOLA Jewelry menghadirkan perhiasan buatan tangan yang terinspirasi oleh kisah dan kekayaan budaya Nusantara. Ferry Sunarto melengkapi kolaborasi ini lewat rancangan busana yang menggabungkan keanggunan dengan identitas Indonesia. Ketiganya bergerak di ranah berbeda, dari tekstil dan perhiasan hingga mode, namun bertemu dalam satu gagasan: warisan budaya dapat terus ditafsirkan melalui karya kontemporer.

Pilihan kolaborator ini juga memperluas pembacaan tentang budaya Indonesia. Batik menjadi salah satu pintu masuk, sementara perhiasan dan busana memperlihatkan bagaimana inspirasi lokal dapat muncul dalam beragam bentuk kreatif. Pameran ini tidak terbatas pada satu medium, sehingga pengunjung dapat mengenal beberapa ekspresi desain Indonesia dalam satu kunjungan.
Hospitality sebagai Titik Temu

Bagi The Westin Jakarta, galeri ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang mempertemukan tamu dengan budaya lokal. Champagne Lounge di lantai 52, yang dikenal dengan panorama Jakarta dari ketinggian, menjadi tempat bagi karya-karya tersebut untuk diperkenalkan selama satu bulan.
"Kami merasa terhormat dapat menghadirkan para kreator hebat yang melestarikan warisan budaya Indonesia yang kaya, sekaligus menafsirkannya kembali untuk generasi masa kini. Melalui pameran ini, kami berharap dapat menginspirasi dialog antara tradisi dan modernitas, sembari menawarkan pengalaman budaya yang imersif bagi para tamu di ketinggian kota,” ujar Yesaya Siagian, Director of Marketing Communications The Westin Jakarta.