by Novi Nadya | 24 Feb 2026
Kehadiran Chef Ronald Tokilov di Rasa Legenda tahun lalu meninggalkan kesan yang sulit dilupakan. Di Ramadan 2026, ia kembali memperkuat Rasa Legenda: Chapter 2 bersama Chef Suyi, Director of Kitchen Vertu & Hello Hotels Harmoni, dalam kurasi sajian yang semakin matang—sebuah komitmen menjaga warisan leluhur dalam perjalanan rasa di tengah ritme cepat metropolitan.
Kini, Rasa Legenda: Chapter 2 hadir dengan formasi yang diperkuat dan sentuhan manis. Selain duet orisinal yang telah dikenal, Pastry Chef in-house Lutfi Akbar turut mengambil peran bersama Putri Habibie, entrepreneur dan kreator konten kuliner Indonesia. Kolaborasi iftar 8-Hands Dinner ini tersedia di Voyage Restaurant sepanjang Ramadan.

General Manager & Director of Marketing & Communications Vertu & Yello Hotel Jakarta Akhmad Fadholi dan Roman Soleh dalam peluncuran Rasa Legenda: Chapter 2
“Mengobati kerinduan Sobat Rasa Legenda—sapaan bagi para penikmatnya—kami kembali membawa kesederhanaan dan kejujuran rasa di tengah kota. Tidak hanya berbuka puasa, tetapi juga menyusuri Baduy, Betawi, Makassar, hingga Maluku,” ujar General Manager Vertu & Yello Harmoni Jakarta, Akhmad Fadholi, yang akrab disapa Pak Byang, saat membuka Rasa Legenda:Chapter 2 baru-baru ini.
Sajian yang Menjaga Ingatan
Dalam memperkenalkan hidangan Rasa Legenda Chapter 2, Chef Suyi dan Chef Ronald hadir bersama Kang Asmin dari Baduy. Kedua chef, bersama Chef Lutfi, menelusuri ulang cara memasak dan bahan baku saat bertandang ke Suku Baduy di Desa Kanekes—menggali teknik yang setia pada kesederhanaan.
Bagi Ronald Tokilov, filosofi kesederhanaan justru menjadi kemewahan baru di kota metropolitan. Ia terinspirasi dari ritme hidup masyarakat Baduy Dalam yang menjaga tradisi tanpa henti.

Brisket Sekam Wangi dan Gulai Asap Ikan Pelepah
“Tema yang saya angkat dalam dua menu adalah tujuh rempah. Terinspirasi dari tujuh hari Kang Asmin hidup dalam kesederhanaan dan 24 jam menjaga budaya yang ia hidupi, saya menggunakan tujuh rempah kering pada olahan daging dan tujuh rempah aromatik pada olahan ikan. Kombinasi ini menghadirkan keselarasan rasa,” ujar Chef Ronald.
Ia menghadirkan Brisket Sekam Wangi dan Gulai Asap Ikan Pelepah yang diolah dengan teknik pengasapan tradisional. Disajikan bersama sup dan ubi atau singkong kukus, hidangan ini memberi dimensi rasa baru pada palate—ciri khas Chef Ronald dalam setiap kreasinya.

Interaksi Chef Ronald Tokilov bersama para Sobat Rasa Legenda
Mengangkat Menu yang Jarang Ditemui

Chef Suyi saat mengeksplorasi makanan khas Baduy
Chef Suyi kembali mengetengahkan jamuan yang nyaris terlupakan dan kini diperkenalkan kembali. Di antaranya Ikan Brengkes khas Palembang, Kambing Bakar Taliwang, hingga Anggun Kotok—sup ayam khas Baduy yang biasa hadir dalam upacara adat—diolah dengan ayam bakar dan keharuman honje atau kecombrang.
“Ikannya dimasak dengan rempah aromatik dan durian fermentasi. Lalu Lamb Taliwang yang sudah lama tak diangkat—selama ini orang lebih mengenal Ayam Taliwang. Dari Betawi, kami hadirkan Sayur Babanci dengan daging, air kelapa, dan kelapa parut yang dimasak bersama hingga menyatu,” jelas Chef Suyi.
Sayur Babanci menjadi salah satu yang patut dicoba, terlebih saat dinikmati bersama lontong hangat. Ragam sambal yang disajikan turut melengkapi keseluruhan pengalaman rasa yang selama ini jarang ditemui di meja Ramadan.
Yang Manis dengan Sentuhan Baduy dari Maluku hingga Gorontalo

Perjalanan kreasi kue nusantara bersama Chef Lutfi Akbar, Putri Habibie dan sang ibu
Dua bintang baru di Rasa Legenda Chapter 2, Chef Lutfi Akbar dan Putri Habibie, menghadirkan sentuhan manis lewat madu dan gula aren Baduy.
Chef Lutfi mengangkat kembali Asida dari Maluku yang dimasak lebih dari 12 jam hingga mencapai tekstur legit dengan karakter rempah yang penuh kejutan. Ia juga menghadirkan Kue Jemunak yang ditingkatkan dengan penggunaan singkong mentega, berpadu dengan bahan khas Baduy yang menambah kedalaman karakternya.

Beragam kue tradisional kreasi Chef Lutfi dan Putri Habibie
Sementara itu, Putri Habibie membawa ingatan yang lebih personal dalam setiap kreasinya. Dari Gorontalo, ia menghadirkan Kue Perahu menggunakan gula Baduy, Barongko dari Makassar, hingga interpretasi Karawo—motif sulaman khas Gorontalo—yang hadir dalam cookies cokelat. Baginya, meja Ramadan adalah cara meneruskan warisan kuliner keluarga dari sang ibu sekaligus merayakan warisan yang terus hidup.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Kolaborasi kuliner eksklusif ini tersedia sepanjang bulan Ramadan di Voyage Restaurant, Vertu Harmoni Jakarta, dengan harga Rp 398.000 net per orang. Tersedia pula penawaran “Pay 10 Get 12” mulai 16 Februari. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi 0896 0137 9379.