by Novi Nadya | 02 Jun 2026
Dalam industri hospitality Jakarta yang terus bergerak antara tekanan pasar dan perubahan cara pandang terhadap luxury, Gran Meliá Jakarta menempatkan satu nama dengan pengalaman panjang di garis depan strategi komersialnya. Sebuah penunjukan yang tidak sekadar pergantian posisi, melainkan akumulasi 24 tahun perjalanan di industri perhotelan Jakarta—yang membentuk cara pandang, ketajaman membaca pasar, dan pemahaman terhadap denyut hospitality dari level operasional hingga strategis.
Lia tidak datang dari satu jalur tunggal. Ia tumbuh dari dalam ekosistem hotel itu sendiri—Front Office, Food & Beverage, hingga akhirnya menemukan pijakan paling kuat di Sales & Marketing selama lebih dari dua dekade. Perpindahan lintas fungsi itu membentuk cara pandangnya yang khas, bahwa hospitality tidak hanya dibaca dari angka dan target, tetapi dari pengalaman tamu yang benar-benar terjadi di setiap detail perjalanan mereka.
Selama lebih dari 20 tahun di ranah komersial, ia beririsan dengan sejumlah properti ikonik di Jakarta—Grand Hyatt Jakarta, Mandarin Oriental Jakarta, Shangri-La Jakarta, hingga InterContinental Jakarta Pondok Indah, serta keterlibatannya dalam tim pre-opening The Grand Platinum. Di setiap tempat, perannya tidak berhenti pada pencapaian performa penjualan, tetapi juga pada pembangunan relasi jangka panjang, pengelolaan ekspektasi klien korporasi dan pemerintahan, serta konsistensi menjaga standar layanan.
Di luar struktur industri, Lia membawa dimensi lain yang memberi warna pada pendekatannya. Latar belakang studi Computer Graphic Design di Caracas, Venezuela, serta ketertarikannya pada seni lukis dan ilustrasi, menghadirkan cara baca yang lebih visual terhadap ruang, pengalaman, dan storytelling. Ada intuisi estetika yang ikut bekerja di balik strategi komersial yang ia bangun.

“Hospitality dimulai dari hati, diikuti dengan komitmen untuk memberikan yang terbaik dan menciptakan dampak yang bermakna,” ujarnya—sebuah refleksi yang dalam konteks 24 tahun pengalamannya terdengar seperti kesimpulan yang tidak terburu-buru, melainkan ditempa oleh waktu.
Dalam peran barunya di Gran Meliá Jakarta, Lia akan berfokus pada percepatan pertumbuhan pendapatan, penguatan budaya penjualan, serta strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku pasar luxury dan korporasi di Jakarta. Mandat yang ia bawa tidak hanya berbicara tentang performa bisnis, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman tamu diterjemahkan menjadi arah komersial yang berkelanjutan.
“Kami sangat senang menyambut Lia dalam jajaran tim kepemimpinan kami. Pengalamannya yang luas, pemahaman pasar yang kuat, serta semangatnya terhadap keunggulan akan berperan penting dalam mendorong kesuksesan komersial dan memperkuat posisi kami di pasar perhotelan Jakarta,” ujar General Manager Gran Meliá Jakarta, Jerónimo Molina.
Gran Meliá Jakarta
Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav X, Kuningan Timur
Jakarta Selatan 12950
+6221 526 8080