by EBI & RIS | 01 Apr 2020
Jangan
biarkan ujian masalah dan tekanan membatalkan pesta pernikahan Anda dan
pasangan. Tak jarang beberapa pasangan akan dilanda ujian dalam proses
pernikahan. Berbagai masalah datang bahkan masa lalu yang ingin Anda lupakan
terkadang muncul kepermukaan dan memicu perselisihan di antara Anda dan
pasangan. Berikut tujuh konflik pra -nikah yang biasa dialami oleh beberapa
pasangan.
- Perbedaan
Karakter
Dalam beberapa hal, perbedaan karakter dan kepribadian bisa saling melengkapi.
Namun dalam tekanan dan kondisi kelelahan, perbedaan tersebut juga bisa menjadi
masalah. Semua tergantung dari kepribadian masing-masing, Saat berhadapan
dengan tekanan, gampang terpicu atau tidak. Seringlah berkomunikasi agar saling
memahami satu sama lain.
- Masalah Materi
Masalah akan
muncul ketika salah satu dari calon pengantin tidak bisa mengatur uang. Bujet
pernikahan yang terbatas, sedangkan Anda menghabiskan banyak dana untuk gaun
atau perawatan tubuh. Masalah seperti ini memang klasik, namun sering
menjadi pemicu pertengkaran dan berpotensi menjalar ke konflik lainnya. Bicarakan dan
hitung secara detail dan pertimbangkan mana yang penting dan tidak terlalu penting untuk dibeli.
- Keluarga, Adat,
dan Tradisi
Sebagai salah
satu penyandang dana, orangtua seringkali merasa bahwa mereka memiliki kendali
dalam memutuskan sesuatu. Belum lagi perbedaan adat dan tradisi antara kedua
keluarga. Anda dan pasangan kemungkinan memiliki nilai, cara pandang dan gaya
hidup yang berbeda. Akibatnya, masalah keluarga ini bisa menjadi masalah yang
sensitif.
- Khawatir Akan
Masa Depan
Saat akan
menikah, Anda dan pasangan mulai menyadari bahwa masih ada sederet hal yang
harus dibahas, dari mulai tempat tinggal, biaya rumah tangga sehari-hari, dll. Tentu Anda berdua memiliki pola pikir yang berbeda dalam melihat masa
depan. Hal itu lah yang memunculkan keraguan Anda dan pasangan untuk membina
rumah tangga bersama. Cara untuk menghilangkannya Anda bisa berkomunikasi
dengan pasangan dan mengambil jalan yang terbaik untuk keduanya.
- Keterlibatan
Pasangan
Untuk masalah yang satu ini, Anda harus berlapang dada. Hadapi saja
kenyataan bahwa kebanyakan pria memang tidak terlalu rinci dalam mengurus
pernikahan. Kurangnya keterlibatan pasangan ini sering disalahartikan,
Ujung-ujungnya Anda justru menuduh pasangan tidak peduli dan menciptakan
pertengkaran.
- Masalah di
Masa Lalu
Dalam beberapa
kasus semua masalah yang muncul itu efek dari masalah yang muncul kembali. Tak
jarang masalah yang justru sudah berlalu dimunculkan lagi ketika ada satu
kesalahan dalam rencana detail pernikahan Anda. Sebaiknya dalam permasalahan
ini dibutuhkan pikiran yang tenang dan salinf memaafkan satu sama lain.
- Everything is Going to be Perfect!
Merasa pesta
pernikahan adalah segala tentang dirinya, calon pengantin wanita kerap
terobsesi akan hal ini. Jika itu yang terjadi, Anda sudah terkena sindrom “Bridezilla”. Sindrom ini biasanya
menimbulkan stress dan perasaan tidak nyaman. Tanpa disadari Anda pun kerap
menolak segala masukan dari pasangan apabila tidak sesuai dengan apa yang
diinginkan. Cara terhindar dari sindrom ini Anda harus bisa
mengontrol emosi dan temukan waktu dan tempat yang tepat untuk diskusi sehat
dengan pasangan Anda.
Foto : Intisari