Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Melanjutkan cerita MONDIAL Precious Fire, Nicholas Saputra mengeksplorasi wujud nyala api ke dalam tiga narasi visual baru.

Melanjutkan cerita MONDIAL Precious Fire, Nicholas Saputra mengeksplorasi wujud nyala api ke dalam tiga narasi visual baru.

MONDIAL Precious Fire, Sekuel Kreatif Nicholas Saputra dalam Tiga Cerita

by Novi Nadya | 13 Aug 2026

Api tidak pernah menyala dalam satu wujud. Ia menjalar, berubah intensitas, memancarkan warna, lalu meninggalkan jejak yang berbeda setiap kali menyala. Ide tentang gerak dan perubahan inilah yang kembali memantik proses kreatif MONDIAL Precious Fire, ketika MONDIAL bersama Nicholas Saputra memperluas cerita koleksi tersebut dengan mengeksplorasi warna dan bentuk baru.

Setelah pertama kali diperkenalkan pada Februari 2025, cerita MONDIAL Precious Fire berlanjut lewat penambahan koleksi yang membawa konsep tersebut pada interpretasi yang lebih kaya. Nicholas Saputra tidak hanya tampil sebagai Brand Ambassador, tetapi juga sebagai Creative Director MONDIAL Precious sejak 2023. Pada sekuel kreatif ini, api tidak lagi ditafsir sebagai satu energi tunggal, melainkan dipecah ke dalam narasi visual yang lebih kompleks.




Dalam pengembangan terbarunya, eksplorasi tersebut dituangkan ke dalam tiga narasi visual yang saling berkesinambungan. Cerita pertama, Meteorite, membawa imajinasi tentang energi dari luar angkasa. Karakter ini diterjemahkan dengan siluet tegas dan permukaan bertekstur menyerupai lelehan.

Dari angkasa, inspirasi berlanjut ke kedalaman perut bumi pada konsep Lavart. Terinspirasi dari magma yang mengalir, bentuk perhiasannya dibiarkan terasa lebih cair dan organik, seolah menangkap momen ketika panas bumi bergerak dengan bebas. Pada akhirnya, kedua energi tersebut memuncak pada Fire Flame yang mewakili wujud nyata dari nyala api itu sendiri. Pada elemen inilah permainan warna batu mulia sepenuhnya mengambil alih narasi, menyatukan berbagai spektrum api ke dalam perhiasan.




Eksplorasi Fire Flame tersebut bermuara pada gagasan Duality of Fire. MONDIAL mempertemukan pesona Ruby sebagai representasi Fiery Flame dan Blue Sapphire sebagai simbol Blue Flame. Ruby membawa keberanian, gairah, dan energi yang membara, sementara Blue Sapphire menawarkan ketenangan, kedalaman, serta kekuatan yang jauh lebih terkendali. Dua karakter tersebut menjadi cara koleksi ini melihat api dari perspektif yang saling bertolak belakang namun seimbang.

Eksplorasi ini tidak berhenti pada bentuk. Warna menjadi bagian sangat krusial, terutama dengan penggunaan natural precious stones. Ruby, Blue Sapphire, Orange Sapphire, dan Yellow Sapphire masing-masing memiliki karakter yang spesifik dalam hal tone, hue, dan saturation. Berbeda dari berlian yang memiliki standar warna relatif konsisten, menemukan batu-batu berwarna yang dapat berdampingan dan membentuk gradasi harmonis membutuhkan proses kurasi yang amat selektif.

Setiap batu kemudian disusun satu per satu untuk menciptakan transisi warna yang terasa natural ketika menjadi bagian dari sebuah perhiasan. Proses ini menegaskan bahwa warna bukan hanya elemen visual, melainkan juga bagian dari craftsmanship yang menentukan nyawa sebuah karya. Bentuk perhiasan yang ditawarkan pun menjadi ruang eksperimen—seperti keberadaan multi-finger ring yang dikenakan melintasi dua jari sekaligus, yang memberikan interpretasi lebih beragam terhadap karakter api dalam sebuah siluet perhiasan.




“Bagi saya, api tidak pernah berhenti bergerak. Ia terus berkembang dan melahirkan bentuk-bentuk baru,” ujar Nicholas Saputra.

Gagasan tersebut menjadi fondasi koleksi ini. Nicholas memberi perhatian khusus pada detail gradasi warna batu mulia, memastikan susunan batu dengan karakter berbeda dapat dirangkai menjadi satu komposisi utuh. Proses memilih dan menyusun setiap batu ini menuntut ketelitian agar perpindahan warnanya mengalir secara mulus.

Sekuel kreatif dari MONDIAL Precious Fire ini diluncurkan di Bimasena Club at The Dharmawangsa. Untuk membawa kita lebih dekat pada proses panjang di balik layar, MONDIAL juga mengadakan Precious Stone Workshop yang dipandu oleh Leslie Christian Saputra, General Manager MONDIAL sekaligus GIA-graduate gemologist, bersama Nicholas Saputra. Sesi eksperiensial ini tidak sekadar memamerkan perhiasan jadi, tetapi membongkar cara melihat dan memahami karakter batu mulia, serta proses seleksi yang menjadi tulang punggung penciptaan koleksi.

Bagi Leslie, proses kurasi tersebut adalah salah satu bagian paling fundamental dari identitas karya mereka. “Bagi kami, color bukan sekadar elemen visual, tetapi menjadi bahasa desain yang membentuk karakter setiap koleksi MONDIAL Precious,” tutupnya.