Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Warisan yang Bisa Dicicipi: Lemari Jajanan Pasar Peranakan Meradelima | Le Mariage Indonesia
Carmelita Febiola M. Admodirdjo, Gabriana Admodirdjo, Lily Admodirdjo, Faizal Admodirdjo

Carmelita Febiola M. Admodirdjo, Gabriana Admodirdjo, Lily Admodirdjo, Faizal Admodirdjo

Jajanan Pasar Peranakan Meradelima: LEMARI

Jajanan Pasar Peranakan Meradelima: LEMARI

Press preview LEMARI Jajanan Peranakan Pasar Meradelima: Hagai Pakan, Titi Rajo Bintang, Amanda Gratina Soekasah, Carmen W. Admodirdjo, Janna Joesoef

Press preview LEMARI Jajanan Peranakan Pasar Meradelima: Hagai Pakan, Titi Rajo Bintang, Amanda Gratina Soekasah, Carmen W. Admodirdjo, Janna Joesoef

Warisan yang Bisa Dicicipi: Lemari Jajanan Pasar Peranakan Meradelima

by NN | 02 Aug 2025

Di antara begitu banyak hal yang kita warisan kepada generasi berikutnya—nilai, nama, keyakinan—barangkali yang paling mudah terlupa, namun justru paling melekat adalah rasa. Rasa yang ditanam sejak kecil; dari tangan ibu, dari dapur nenek, dari kudapan kecil yang selalu hadir di sudut meja setiap kali ada perayaan, sekecil apa pun. 

 

Pendiri Meradelima Lily Admodirdjo yang berdarah Tionghoa-Belanda, memahami hal itu sejak awal. Bahwa restoran bukan hanya tempat makan, tetapi juga menjadi ruang menjaga ingatan. Setelah 21 tahun menghadirkan fine dining Peranakan dengan keanggunan tak lekang zaman, Meradelima membuka satu babak baru lewat Lemari Jajanan Pasar Peranakan—sebuah selebrasi atas penganan rumahan yang barangkali dulu dianggap biasa saja. 



Press Preview Peluncuran LEMARI: Jajanan Pasar Peranakan Meradelima


 

“Jika tradisi ini tidak terus diperkenalkan, lama-kelamaan akan hilang. Kami ingin jajanan pasar tetap hadir dan dikenal. Bukan hanya sebagai memori masa lalu, tapi sebagai bagian dari masa depan,” ujar Carmelita Febiola M. Admodirdjo.



Pendiri dan penerus generasi Meradelima 


Namun di tangan Lily Admodirdjo— pendiri sekaligus penjaga narasi rasa—kue-kue ini bukan sekadar nostalgia. Ia membawanya hidup bersama zaman, bukan membekukannya dalam romantisme semata. Kini, tongkat itu diteruskan oleh generasi kedua Faizal Admodirdjo dan Carmelita Febiola M. Admodirdjo, sebagai Chief Executive Officer dan Chairman of the Board Meradelima. 


Sebagai generasi penerus, tanggung jawab kami adalah memastikan tradisi tidak berhenti di generasi sebelumnya,” ujar Faizal Admodirdjo, CEO Meradelima. “Kami ingin membangun ekositem di mana kuliner Nusantara terus bertumbuh, beradaptasi, dan dihargai lintas generasi.

 

Etalase High Tea Peranakan



Ragam jajanan pasar Peranakan Meradelima: LEMARI

 

Talam, klepon, kue ku, putri mandi—kue-kue yang terlihat sederhana ini dihadirkan ulang dalam ukuran bite-size, dengan rasa yang mengundang kejutan kecil. 

 

Talamnya lembut sempurna. Kleponnya memiliki tekstur kenyal yang pas, dengan semburan manis yang tidak berlebihan. Kue ku-nya padat dan lezat. Semua dibuat tanpa pewarna sintetis—melainkan menggunakan keindahan alami dari daun suji, bunga telang, sampai buah naga. 



Tableware bergaya Peranakan dari GHEA Indonesia

 

Disajikan dalam piring-piring porselen bermotif Peranakan yang khas, kudapan ini tampil anggun dalam semangat high tea yang tertata rapi. Mengundang kita untuk memperlakukannya dengan penghormatan yang sama seperti saat menyantap pastry Prancis atau dessert bar Tokyo. Bukan untuk menyaingi, melainkan untuk menunjukkan bahwa kelezatan lokal pun layak dibingkai dalam estetika tinggi. 

 

Perayaan Lintas Generasi

 


Peluncuran Lemari Jajanan Pasar Peranakan Meradelima, akhir Juli 2025, bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional. Meradelima menggelar Peranakan Soirée—sebuah perayaan budaya lintas generasi—berkolaborasi dengan Ghea Fashion Studio, rumah mode legendaris yang tahun ini berusia 45 tahun. 


Ghea menampilkan koleksi kebaya kontemporer bersama second line-nya Ghea Resort by Amanda & Janna, yang juga terinspirasi oleh keindahan budaya Peranakan. Koleksi ini dikenakan oleh para muse lintas generasi, dari Carmen & Gabriana Admodirdjo, Karina Wiano, Amanda Soekasah & Janna S Joesoef, Titi Rajo Bintang, Noumira Diah, Inge Dino, Bella, Evelyn, Sakina Soekasah, Carmella & Cylia van de Kruk, Joy Roesma, Winda, Indah Soewandy, dan Evanny Wityo—dalam styling khas Hagai Pakan yang dikenal memadupadankan kebaya dengan sentuhan modern. 



Sebagai simbol kolaborasi lintas jenama dan generasi, Sarinah Department Store—ikon ritel lokal —juga menghadirkan kurasi tenant pilihan. Dukungan gaya hidup berbasis budaya lokal dan kebanggaan nasional digaungkan lewat motonya “Kembali ke Sarinah”.

Acara dipandu oleh Nadya Mulya dan Moza Pramita, menjadi ruang perayaan yang utuh: dari cita rasa, wastra, hingga kreativitas. Bazar budaya menghadirkan Ghea Fashion Studio, Ghea Resort, Sarinah Corner, Kebaya Vielga, dan Mannequin. 


Serta lokakarya seperti Peranakan Nail Corner dan Face Analyzer dari Manifest Beauty, make your own Fragrance Making by DARE, Brooch Making by Aidan & Ice, hingga Color Analysis by Make Over. Acara ini juga didukung oleh PT Star Valas Indonesia yang berkomitmen mendukung pelestarian seni dan budaya Nusantara.