by Gunawan Satyono | 03 Mar 2026
Menyambut bulan Ramadan tahun ini, Keyaki Japanese Restaurant yang terletak di Pan Pacific Jakarta mempersembahkan The Art of Chōwa. Terinspirasi dari harmoni dalam budaya Jepang pengalaman berbuka puasa ini dirancang untuk memulihkan dan mengembalikan keseimbangan setelah berpuasa.

Area restoran yang berada di lantai 90, akan membuat suasana
berbuka puasa semakin semarak dengan pemandangan cakrawala kota Jakarta di
waktu sore hingga malam hari. Keyaki menghadirkan momen berbuka puasa yang
menyenangkan dengan ditemani cita rasa umami yang ringan, teknik memasak yang
terbaru, serta nutrisi yang seimbang untuk menciptakan pengalaman berbuka puasa
yang menyegarkan.
Perjalanan berbuka puasa dimulai dengan Yuzu Kurma Compote, Matcha Panna Cotta with Kuramitsu dan Sakura Water with Aloe & Shiratama yang menawarkan sentuhan manis untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Sementara di Sashimi Live Stall, para tamu dapat menikmati pilihan sashimi Tasmanian salmon, Lombok maguro, Pacific seabass, dan white ika. Sedangkan Robatayaki Grill menyajikan Robatayaki Grill menyajikan wagyu beef skewers dan Australian ribeye yang dipanggang langsung di tempat.

Wagyu Sukiyaki Live Station menghadirkan sukiyaki khas
Tokyo, dengan menyajikan cita rasa tradisional dan kehangatan hidangan.
Menggunakan daging wagyu Australia yang diiris tipis, sukiyaki disajikan dengan
saus manis & gurih serta aneka sayur, tofu, dan onsen tomago untuk
menghadirkan iftar experience yang mewah.
Pengalaman berlanjut di Teppanyaki Live Grill yang menyajikan Australian wagyu, chicken, gindara, king prawn, dan berbagai sayuran seperti potong wortel, toge, dll yang dimasak à la minute. Sebagai desserts, The Art of Chōwa menghadirkan Japanese Sakura Flower Mochi dan Mini Dorayaki dengan rasa yang manis serta identik dengan kuliner Jepang.

Sepanjang bulan Ramadan, The Art of Chōwa ditawarkan seharga
mulai dari Rp 588.000,++ per orang. Sedangkan bagi member dari Pan Pacific
DISCOVERY dapat menikmati tambahan diskon hingga 25% dari harga publik.