by Novi Nadya | 18 Jun 2026
Pertimbangan memilih destination wedding kini bukan lagi hanya tentang menemukan lokasi yang indah untuk satu hari perayaan. Di Kamandalu Ubud, pasangan menemukan banyak alasan untuk kembali setelah merayakan cintanya—mulai dari honeymoon, anniversary, hingga menikmati kembali lanskap Ubud yang menjadi saksi awal perjalanan mereka bersama.
Ubud memang terus menjadi primadona bagi pasangan dari berbagai belahan dunia. Namun, daya tariknya bukan semata terletak pada lanskap yang permai, melainkan pada kemampuannya menciptakan pengalaman yang membekas jauh setelah perayaan usai. Filosofi itulah yang terasa di Kamandalu Ubud, tempat pernikahan tidak dirancang untuk mendominasi alam, melainkan mengikuti lanskap dan ritme yang telah lebih dulu membentuk karakter kawasan ini.

Blessing ceremony di Alun-Alun
Saat berkunjung ke Kamandalu Ubud, Le Mariage berkesempatan melihat langsung bagaimana filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai venue pernikahan yang tersebar di area resor seluas lima hektar yang berdiri di atas lembah tropis yang rimbun. Mulai dari venue dengan panorama khas Ubud hingga konsep floating wedding yang menjadi salah satu signature Kamandalu, setiap lokasi menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pasangan yang mendambakan perayaan personal dengan sentuhan Bali dan kemewahan kontemporer.
Pilih Perayaan Cinta di Atas Lembah Ubud

Awana Deck
Bagi kamu yang menginginkan pernikahan dengan sentuhan ikonik khas Kamandalu, Awana Deck menjadi salah satu venue yang paling mencuri perhatian. Venue ini menghadirkan konsep floating wedding dengan latar kanopi hutan Ubud yang memikat. Di sini, kamu dan pasangan dapat mengucap janji pernikahan di atas hamparan air yang tenang, sementara perbukitan tropis dan lanskap alami membingkai setiap momen dengan suasana yang intim sekaligus dramatis.
Di venue ini, alam memainkan peran utamanya sendiri—mulai dari refleksi air yang tenang hingga rimbunnya hutan tropis yang menjadi latar perayaan. Hasilnya adalah pengalaman yang terasa romantis tanpa perlu bergantung pada dekorasi yang berlebihan.

Rumah Yoga
Jika Awana Deck menawarkan pengalaman yang paling ikonik, Kamandalu Ubud juga memiliki sejumlah venue lain yang sama-sama memaksimalkan keindahan alam sebagai bagian dari perayaan. Alun-Alun, Rumah Yoga, dan Forest Deck masing-masing menawarkan perspektif berbeda terhadap lembah tropis Ubud yang membentang di hadapannya.
Bagi pasangan yang membayangkan upacara pernikahan di tengah alam nan elegan, Alun-Alun menawarkan panorama khas Ubud dengan hamparan hijau yang menjadi latar alami prosesi. Ditemani semilir angin lembah dan suasana yang tenang, venue ini menjadi pilihan ideal untuk intimate wedding maupun perayaan bersama keluarga dan sahabat terdekat.

Forest Deck
Sementara itu, Forest Deck menawarkan pengalaman yang lebih personal. Tersembunyi di antara rimbunnya pepohonan, venue ini terasa seperti sebuah sanctuary di tengah belantara, menghadirkan suasana yang lebih privat bagi pasangan yang ingin merayakan hari istimewanya dalam lingkup yang lebih intim.

Alun-Alun Dinner Reception

Garden Area
Meski memiliki karakter yang berbeda, seluruh venue tersebut memiliki satu kesamaan: lanskap Ubud tetap menjadi pusat perhatian, menciptakan perayaan yang terasa menyatu dengan tempatnya berada.
Bagi kamu yang mengutamakan privasi, Kamandalu juga menawarkan alternatif yang semakin diminati seiring tren intimate wedding lewat Presidential 3-Bedroom Pool Villa. Berlokasi di salah satu titik tertinggi resor, vila ini menghadap langsung ke lembah Ubud dengan panorama yang terasa seolah tak berujung.

Presidential 3-Bedroom Pool Villa
Selama berada di Kamandalu Ubud, Le Mariage berkesempatan menginap di vila tersebut dan merasakan suasana eksklusif yang ditawarkannya. Dengan tiga kamar tidur, area komunal yang luas, kolam renang pribadi, serta pemandangan lembah yang menjadi daya tarik utamanya, Presidential Villa menghadirkan ruang yang ideal bagi pasangan yang ingin berbagi momen spesial bersama keluarga dan sahabat terdekat.
Tak hanya venue seremoni, Kamandalu Ubud juga memiliki berbagai sudut yang dapat menjadi bagian dari rangkaian perayaan. Area kolam renang utama yang menghadap lembah, grand staircase yang menjadi salah satu elemen arsitektur paling ikonik di resor, hingga berbagai jalur setapak yang membelah lanskap hijau Ubud menawarkan latar yang fotogenik untuk sesi pre-wedding maupun dokumentasi hari pernikahan.

Float Into Forever
Menjelang hari pernikahan, Kamandalu juga menawarkan Float Into Forever, pengalaman pre-wedding yang dirancang untuk menjadikan keindahan alami Ubud sebagai bagian dari latar cerita. Berada di atas permukaan air yang tenang, dikelilingi hijaunya lanskap tropis dan gerakan koi yang melintas perlahan, pasangan diajak menciptakan rangkaian foto yang terasa lembut, romantis, dan tak lekang oleh waktu.
Dalam banyak hal, pengalaman ini mencerminkan karakter Kamandalu itu sendiri: membiarkan alam mengambil peran utama, sementara momen-momen personal menjadi pusat cerita.
Di balik setiap perayaan, tim wedding specialist Kamandalu turut membantu pasangan merancang detail yang mencerminkan kisah mereka masing-masing. Mulai dari pemilihan dekorasi, rangkaian bunga, hingga pengalaman bersantap yang dikurasi secara personal, seluruh elemen dirancang untuk menghadirkan perayaan yang autentik sekaligus bermakna.
Kami meyakini jika membuat sebuah destination wedding dikenang bukan hanya hari pernikahannya, melainkan hubungan yang terjalin dengan tempat tersebut. Di Kamandalu Ubud, hubungan itu dimulai sejak pasangan mengucap "I do"—dan berlanjut setiap kali mereka memutuskan untuk kembali.