by NN | 07 Aug 2025
Ketepatan dalam tekanan dan kemampuan menjaga estetika dalam situasi last minute menjadi fondasi diferensiasi Rempah Serai, katering asal Jakarta yang terus berkembang secara organik. Sejak mendirikan Rempah Serai pada 2020, sang owner, Jessica Indra, menjadikan keterbatasan waktu bukan sebagai kendala, melainkan bagian dari proses kreatif. Hasilnya, hidangan tetap terjaga dari segi rasa, tampilan, hingga tingkat personalisasi—bahkan saat dipersiapkan dalam hitungan jam.
Kebiasaannya bekerja di bawah tenggat ketat terbentuk sejak lama—saat ia masih berkarier di dunia media dan agensi periklanan. Namun justru dari latar tersebut, ia membawa perspektif yang jarang ditemukan dalam industri katering; sistem kerja yang efisien, peka terhadap tren, serta kemampuan membaca keinginan generasi baru—mereka yang kini aktif sebagai pengambil keputusan.
“Kami masih terima pesanan jam 12 malam untuk acara di pagi harinya,” ujar Chika, sapaan akrabnya. “Chef dan admin kami memang standby 24 jam. Bukan soal memaksakan, tapi kami berusaha untuk tidak mengecewakan—selama bahan baku memungkinkan.”
Lintas Bidang, Lintas Perspektif
Pengalaman di dunia kreatif membuat Chika terbiasa bekerja cepat dan tepat, sekaligus memahami pentingnya membangun brand yang konsisten dan relevan. Meski sempat dua kali terlibat dalam usaha katering dan sempat merintis restoran bersama teman-teman, Rempah Serai ia bangun benar-benar dari nol.
“Dulu saya turun sendiri, membagikan brosur dari satu kantor ke kantor lain. Tapi dari proses itu, kami belajar membangun kepercayaan. Pelan-pelan, klien datang—dari korporasi swasta, kementerian, hingga sekarang pasangan-pasangan yang mempercayakan momen penting mereka,” lanjut Chika.
Namun jejak kuliner dan wirausaha Chika bukan hal baru. Sejak SMA, ia sudah terbiasa menjadikan hobi sebagai peluang—dari mengajar dance, membuka kelas memasak dengan signature ayam kodok dan rosemary kitchen, hingga mengelola bisnis event organizer. Semua pengalaman itu kini terasa sebagai racikan yang tepat— masing-masing menempati porsinya dalam membentuk Rempah Serai hari ini.
Katering Pernikahan dengan Kurasi Menyeluruh
Setelah membentuk ritme kerja yang solid di sektor korporat dan social event, Rempah Serai mulai merespons kebutuhan katering pernikahan yang lebih intim. Bagi Chika, pernikahan hari ini bukan sekadar seremoni keluarga, tapi perpanjangan dari karakter pasangan. Karena itu, setiap detail—termasuk makanan—perlu tampil dalam narasi visual yang menyatu dengan seluruh konsep pernikahan.
“Makanan tentu harus enak, tapi juga tampil selaras dengan konsep visual acara. Kami terbiasa menyesuaikan plating, dekorasi, hingga flow penyajian sesuai tema besar pernikahan,” jelas Chika.
Menu Indonesia dan internasional tetap menjadi andalan. Rempah Serai memiliki chef tersendiri untuk masing-masing—dari rendang, dendeng, hingga beef wellington dan salmon en croute. Setiap hidangan dieksekusi oleh tangan-tangan terbaik, dengan perhatian setara pada teknik maupun presentasi.
Namun di luar itu, Rempah Serai juga terbuka pada kolaborasi dan permintaan khusus: carving brisket station, Indomie Ayam Geprek sebagai late-night snack untuk after party, hingga sajian Korea yang dikurasi apik sesuai palet warna dan venue.
Di balik semua itu, tim Rempah Serai dibentuk dengan disiplin yang lentur. Dalam dunia pernikahan, perubahan bisa terjadi dalam hitungan menit—termasuk jumlah tamu. Maka kesiapan mental menjadi bagian penting yang tak kalah penting dari pelayanan.
“Kami terbiasa dengan plan A, B, bahkan C. Tim dilatih untuk peka terhadap momen dan bersikap intuitif, bukan hanya mengikuti prosedur. Karena dalam katering premium, kualitas pelayanan adalah bagian yang sama pentingnya dengan kualitas makanan,” lanjut ibu dua anak ini.
Loyalty, Community, and Future Plan
Tiga tahun sejak berdiri, Rempah Serai telah berkembang lebih dari sekadar penyedia jasa. Ia membangun relasi jangka panjang—melalui konsistensi layanan sampai pendekatan yang hangat dan responsif.
Program loyalitas yang mereka kembangkan juga dirancang untuk menciptakan rasa kebersamaan. Klien tak hanya merasa dilayani, tetapi menjadi bagian dari komunitas. Merchandise seperti tumbler edisi khusus pun dihadirkan sebagai simbol keterikatan yang personal—lebih dari sekadar gimmick.
“Kami ingin lebih dari sekadar bertahan. Kami ingin tumbuh, membuka lapangan kerja, dan menjadi bisnis yang panjang umur,” ujar Chika.
Ia masih ingat masa-masa awal ketika semua harus dikerjakan sendiri. Proses itu membentuk daya tahan serta memacunya untuk terus belajar—mulai dari digital marketing, bahasa asing, hingga pengembangan bisnis.
“Salah satu role model saya adalah Kris Jenner, ia tahu cara membangun bisnis dari sisi strategis, menjadi support system yang kuat, tapi tetap memiliki visual dan style yang on point. Saya ingin terus berkembang, tidak berhenti belajar dan tidak menyerah sebelum mencoba,” harapnya.
Dengan determinasi untuk terus menggali pengetahuan dan keberanian mencoba hal baru, Rempah Serai menjelma menjadi nama yang semakin diperhitungkan dalam industri katering premium ibu kota—dan bahkan tidak mungkin, melangkah lebih jauh lagi. Lebih dekat dengan proses kreatif dan keseharian Rempah Serai di akun Instagram @rempahserai.catering.
Rempah Serai Catering
Gedung Menara 165, 4th Floor Jl. Cilandak Timur, Jakarta Selatan
+62-813-7000-1478