by EBI & RIS | 28 Oct 2020
Suatu kesalahan fatal yang mungkin
pernah Anda lakukan di awal masa pacaran: memberikan toleransi yang berlebihan
pada kebiasaan buruk pasangan, walaupun bertentangan dengan kata hati Anda.
Cepat atau lambat perasaan tidak nyaman akan muncul karena akhirnya Anda akan
merasa ‘gerah’ dengan kebiasaan buruknya.
“Apakah pria seperti dia tepat untuk
mendampingi saya?” Mungkin kalimat itu yang terlintas saat Anda akan beranjak
ke sebuah hubungan yang serius dengan pasangan Anda. Sementara, jika memilih
untuk mengubah pasangan sesuai dengan keinginan Anda jelas harus hati-hati.
Jangan sampai pasangan menjadi ‘orang lain’ bagi dirinya sendiri. Berikut
beberapa cara untuk menyikapi kebiasaan buruk pasangan Anda.
Pahami: Bukan
Mengubah, Tapi Memperbaiki
Bantulah pasangan Anda memperbaiki
dirinya dengan perlahan. Ingatlah, tidak semua perubahan itu berefek baik.
Jangan sampai niat awal Anda malah berbuah sikap pasangan makin memburuk.
Tujuan pacaran yang sebenarnya adalah berkenalan dengan kekurangan pasangan
kita. Cari tahu penyebab mengapa pasangan Anda mempunyai sifat yang buruk,
banyak faktor yang mempengaruhi sifat buruk seseorang, salah satunya lingkungan
atau masa lalunya.
Jangan
Bandingkan Pasangan Dengan Orang Lain
Tidak setiap hal bisa Anda bandingkan
secara rata. Hindari membandingkan kebiasaan pasangan dengan apa yang kerap
Anda atau orang lain lakukan. Karena mungkin kejelekannya mungkin sama, tapi
penyebab kejelekan dari tiap orang itu pasti berbeda. Fokus pada masalah Anda
dan pasangan serta temukan jalan keluarnya tanpa menyebutkan pihak lain.
Introspeksi:
Mulailah Dari Diri Sendiri
Menyalahkan orang lain memang lebih
mudah ketimbang melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Tak dipungkiri,
banyak orang merasa gengsi mengakui kebiasaan buruknya. Lakukan koreksi diri
dengan sikap lapang dada untuk memperbaiki keadaan. Kurangnya kesadaran diri
dan introspeksi hanya membuat Anda dan pasangan terus menerus berputar pada
lingkaran kebiasaan buruk.
Tutupi
Kebiasaan Buruk Pasangan Dengan Kelebihan Anda
Ciptakan hubungan yang bahagia
bersama pasangan dengan berusaha untuk selalu mengingat kebaikannya dan tidak
mengungkit-ungkit keburukannya. Jangan menambah beban pasangan dengan
menceritakan kekurangannya pada orang lain. Alangkah baiknya jika Anda, lewat
kelebihan yang dimiliki bisa membantu pasangan untuk mengatasi kelemahannya.
Saling
Terbuka Dan Satukan Tujuan Bersama Dengan Komunikasi
Memadukan perbedaan dan menyesuaikan
keinginan memang perlu perjuangan yang besar. Butuh pengertian serta kebesaran
hati dari kedua belah pihak. Bicarakan perbedaan yang ada, cari jalan tengah
dengan keputusan yang “win-win solution”, kemudian lakukan penyesuaian. Masing-masing
pun harus terbuka satu sama lain, terbuka mana yang Anda suka dan tidak suka
dari pasangan lalu begitupun sebaliknya, hal itu dilakukan untuk memperbaiki
diri satu sama lain.
foto: newgenerationforgod