by NN | 20 Nov 2025
The Langham, Jakarta menegaskan dirinya sebagai destinasi luxury hospitality yang tak hanya menyuguhkan layanan kelas dunia, tetapi juga merawat ekosistem mode Indonesia. Bersama Indonesia Fashion Designers Council (IFCD), The Langham Fashion Soirée tahun ketiga kembali mempertemukan nama-nama besar dan favorit pecinta mode: Liliana Lim dan SEBASTIANred, yang kembali untuk tahun ketiga berturut-turut; Wilsen Willim, yang hadir sejak debutnya; serta RiaMiranda Signature, bergabung untuk pertama kali pada gelaran dua hari di Oktober 2025.
Ajang tahunan ini, sekaligus merayakan usia keempat hotel, mengundang para fashion enthusiast, tastemaker, dan pelaku industri untuk menikmati koleksi terbaru juga merayakan kreativitas dan craftmanship Indonesia yang selaras dengan spirit The Langham, Jakarta. "Keberlanjutan acara ini mencerminkan filosofi kami, bahwa estetika tinggi dan keahlian harus dirayakan di panggung yang setara," ujar General Manager The Langham, Jakarta Alexander Poindl saat membuka acara bersama Ketua Dewan Pengurus IFDC Sjamsidar Isa.
Tahun ini, The Langham Fashion Soirée mengusung tata panggung tanpa level, menggantikan format ala teater dengan lintasan datar berbentuk labirin. Model bergerak zig-zag di antara penonton, memungkinkan setiap detail busana diamati lebih dekat.
Liliana Lim - LOUVELL, Ready To Wear Deluxe 2025

Liliana Lim membuka panggung dengan LOUVELL, sebuah kata imajiner dari Lumiere (cahaya) dan Novel (roman), menjadikannya simbol narasi visual dan imajinasi. Koleksi ini menandai teknik baru dalam perjalanan kreatif Liliana, selain tetap mengeksplorasi teknik moulage dan konstruksi langsung pada manekin, ia memperkenalkan pendekatan layer dan tekstur yang lebih kompleks.

Mini dress pertama yang melenggang di runway memperlihatkan eksperimen baru ini, volume yang tegas dan berpadu material bertekstur. Dihiasi payet tangan yang rumit dan bunga tiga dimensi yang dramatis. Lalu, velvet juga menjadi media baru yang menambah kedalaman dan nuansa mewah dalam 42 koleksi, yang mencakup gaun malam, gaun koktail, mini dress, hingga jumpsuit.
Setiap desain menampilkan kebebasan asimetri, lipatan yang sengaja dibiarkan, atau pecahan moulage yang dirangkai ulang mengikuti lekuk tubuh, menegaskan signature Liliana Lim. Ketidaksempurnaan sebagai daya tarik modern. Dalam koleksi ini, ia juga memperluas eksperimen dengan proportions dan volume, membentuk siluet yang lebih dramatis namun tetap wearable, membawa napas ready-to-wear deluxe dengan sentuhan couture yang terasa segar dan progresif.
SEBASTIANred - Equilibrium


Equilibrium menghadirkan koleksi ready-to-wear yang terasa familiar namun segar. Hitam dan putih menjadi palet utama, dipadu gaya mix-and-match yang menonjolkan kreativitas personal. Sentuhan pink lembut, yang juga menjadi signature dari The Langham, Jakarta, dan motif stripes modern terus memberi nuansa baru.
"Kami ingin pecinta mode bereksperimen styling dari koleksi ini menggunakan apa yang mereka punya di rumah. Lalu memperhatikan elemen-elemen rancangannya, bukan total look-nya, sehingga mereka bisa kreatif dengan personal style mereka sendiri," ujar Cristina Panarese dan Sebastian Gunawan, duo di balik jenama SEBASTIANred.
RiaMiranda Signature 2025/2026 - Juxtaposed

RiaMiranda Signature hadir dengan tema Juxtaposed, mengekspresikan koleksi modestwear yang berani, modern, namun tetap sopan. Hoodie klasik dari arsipnya, kembali dihadirkan dalam interpretasi lebih eksperimental, menunjukkan bahwa modestwear bisa menjadi medium ekspresi reflektif dan kontemporer.
"Juxtaposed menyadarkan saya tentang duka dan bahagia yang berjalan beriringan. Saya bereksperimen dengan tekstur dan kontras hingga menemukan sesuatu yang baru: kemewahan, dinamika, dan makna hidup," ujar Ria Miranda.
Wilsen Willim - Siklus 3.0

Wilsen Willim memperkenalkan Siklus 3.0 dengan kolaborasi Oemah Etnik, menghadirkan motif batik cap Pekalongan dalam gaya wearable sehari-hari. Dari kemeja, jaket, rok, hingga dasi, tiap desain menyeimbangkan minimalisme dalam detail artistik.
Lapisan motif yang harmonis dan aksesori baru menambah kesan modern sekaligus memikat, termasuk saat General Manager The Langham Jakarta memamerkan salah satu karya di runway.

General Manager The Langham, Jakarta Alexander Poindl menjadi salah satu muse di show Wilsen Willim
The Langham Fashion Soirée 2025 semakin berhasil menegaskan luxury hospitality dan fashion berada dalam simbiosis yang semakin dinantikan. Ritual kemewahan yang dirayakan dengan detail, kreativitas, dan apresiasi atas craftmanship Indonesia.