Website Wedding Indonesia | Le Mariage Indonesia

Nini Sumohandoyo® melanjutkan The Brides Collection dalam enam Tea Box edisi terbatas, membawa cerita tradisi pengantin Nusantara ke dalam ritual minum teh.

Nini Sumohandoyo® melanjutkan The Brides Collection dalam enam Tea Box edisi terbatas, membawa cerita tradisi pengantin Nusantara ke dalam ritual minum teh.

Cerita Berikutnya dari The Brides Collection Nini Sumohandoyo® Dari Tradisi Pengantin ke Meja Teh

by Novi Nadya | 01 Sep 2026

Ada sesuatu yang menarik dari koleksi yang berkelanjutan. Serta setiap objek berikutnya terus menawarkan fungsi yang berbeda, tetapi tetap membawa alasan yang sama mengapa koleksi itu dimulai. Begitulah perjalanan The Brides Collection Nini Sumohandoyo® yang mengambil kekayaan tradisi pengantin Indonesia dan menerjemahkannya ke dalam benda-benda yang tidak hanya untuk dilihat, tetapi digunakan dan memiliki tempat dalam sebuah ritual.

Kini, cerita berikutnya dari jenama lokal luxury home decor ini hadir lewat enam limited-edition Tea Boxes. Koto Gadang, Batak Mandailing, Sunda, Solo, Asmat, dan Bali menjadi sumber inspirasi untuk seri terbaru ini, membawa beragam visual dan filosofi pengantin Nusantara ke sebuah benda yang begitu dekat dengan keseharian: kotak teh.




Belum lama ini, Nini Sumohandoyo memperkenalkannya dalam sebuah tea gathering di penthouse 25hours Hotel The Oddbird Jakarta. Tea Boxes hadir bersama sajian teh dari TWG Tea untuk melengkapi pengalaman yang memang sejak awal berangkat dari gagasan tentang benda, ritual, dan keramahan.

Pilihan ini terasa tepat. Setelah koleksi pertamanya hadir dalam bentuk tray, keepsake box, papan catur, dan sekarang kotak penyimpanan teh. Meja teh selalu menjadi poros utama keramahtamahan saat tamu datang, atau menjadi ruang untuk jeda dan percakapan ringan keluarga. Ia merekam berbagai obrolan dan memiliki nyawa karena ikut menjadi bagian dari ritual.


Enam Tradisi dalam Satu Koleksi


Kekuatan The Brides Collection sejak awal terletak pada perhatiannya terhadap detail budaya. Untuk seri Tea Box ini, setiap karya bermula dari riset mengenai tradisi pengantin dan elemen visual yang khas dari masing-masing daerah, terutama ornamen kepala dan perhiasan yang menjadi bagian penting dari penampilan pengantin.

Keenamnya dielaborasi melalui ilustrasi bergaya engraving. Di atas struktur kotak dengan permukaan black high-gloss lacquer, profil pengantin dan ornamen khasnya tampil seperti potret yang dibuat dengan goresan tangan. Karakter setiap daerah tetap terasa, tetapi nampak dalam visual yang khas dan kontemporer.

Penggambarannya pun bukan proses instan. Setiap artwork dibuat secara individual sebelum melalui silk-screen printing, dilanjutkan dengan sentuhan watercolor yang diaplikasikan secara manual, kemudian diselesaikan dengan beberapa lapisan high-gloss lacquer. Rangkaian pengerjaan ini memberi kedalaman pada permukaan dan membuat setiap detail memiliki ruang untuk menonjol.

Dari hiasan kepala berbulu yang menjadi ciri kuat pengantin Asmat hingga tingkuluk talakuang dari Koto Gadang, perbedaan karakter keenam tradisi tersebut menjadi bagian dari daya tarik koleksi. Bukan untuk menyamakan semuanya dalam satu estetika, melainkan memberi masing-masing ruang untuk dikenali.

Setiap Tea Box juga diproduksi dalam jumlah terbatas. Proses yang tidak terburu-buru menjadi bagian penting dalam pembuatannya, memungkinkan artisan yang bekerja sama memberikan perhatian pada setiap tahap hingga menghasilkan objek yang terasa selesai dengan baik.


Ketika Benda Menjadi Cara Bercerita

Jika melihat kembali perjalanan The Brides Collection, Tea Box ini terasa seperti kelanjutan yang tepat. Nampan membawa cerita ke meja makan dan jamuan. Keepsake box memberi tempat untuk menyimpan sesuatu yang personal. Papan catur menghadirkannya dalam sebuah permainan. Kini, Tea Box membawa tradisi tersebut ke ritual minum teh.

Bentuknya boleh berubah, tetapi gagasannya tetap berlanjut: menjadikan warisan budaya sesuatu yang dapat ditemui dalam kehidupan, bukan hanya sesuatu yang dikenang dan kemudian menjadi langka. Ini menjadi kekuatan sebuah benda kriya Nini Sumohandoyo ketika ia dibuat dengan cerita yang cukup kuat di belakangnya.

Dengan enam Tea Box terbarunya, Nini Sumohandoyo® kembali menemukan bentuk lain untuk membawa cerita pengantin Nusantara lebih dekat. Kali ini, tempatnya bukan di panggung pernikahan, melainkan di meja teh—di antara secangkir minuman hangat, tamu yang datang, dan percakapan yang mungkin berlangsung sedikit lebih lama.

The Brides Collection Tea Box tersedia dalam jumlah terbatas mulai 25 Juli 2026 secara eksklusif melalui ninisumohandoyo.com.